Skip to main content

Kaya dengan Banyak Memberi Bukan dengan Banyak Memiliki

Kebanyakan orang berfikir bahwa orang kaya itu yang rumahnya mewah, mobilnya mewah, punya perusahaan besar. Atau juga mereka yang memiliki rumah banyak, mobil banyak, perusahaan banyak. Bisa juga, mereka yang memiliki harta untuk tujuh turunan :p deposito trilyunan, atau bahkan intan berlian puluhan kilogram, hihi.. Intinya, mereka yang punya harta kekayaan melimpah ruahlah yang dikatakan kaya. 

Iya, secara fisik memang benar. Orang yang punya banyak harta itu adalah orang yang kaya. Mereka kaya karena banyak memiliki harta benda. Namun, kekayaan yang abadi bukanlah kekayaan yang seperti itu. Karena sebanyak apapun harta benda yang kamu miliki, saat kamu meninggal kelak, tak satupun yang bisa kamu bawa. Semua harta benda hanya akan kamu miliki di dunia, bahkan bisa jadi manfaatnya pun hanya kamu nikmati di dunia aja.

Kaya dalam arti yang sesungguhnya adalah kaya hati. Kekayaan inilah yang kekal, karena manfaatnya akan kamu bawa terus meskipun kamu meninggal kelak. Orang yang kaya hati bukanlah diukur dari berapa banyak yang ia miliki, namun dari berapa banyak yang ia berikan untuk orang lain. Berapa banyak sedekah yang ia berikan pada keluarga maupun orang disekitar yang membutuhkan. Berapa banyak manfaat yang ia berikan dari ilmu yang ia miliki. Serta berapa banyak kebaikan yang ia berikan pada orang lain.

Orang yang kaya hati, adalah orang yang semakin banyak ia diberi oleh Allah, maka semakin banyak pula ia memberi pada orang lain. Kekayaan itu tak membuatnya menumpuk kekayaan ataupun memperkaya diri sendiri, karena harta yang ia miliki sebagian besar ia bagi manfaatnya pada orang banyak. Semakin kaya semakin banyak memberi :) 

Kekayaan itu adalah ujian bagimu, sejauh mana kamu bisa mempergunakannya di jalan yang Allah ridhai. Kekayaan yang Allah berikan sesungguhnya bukan milikmu, itu hanya titipan. Kamu adalah orang yang diberi amanah untuk memanfaatkannya. Pilihan ada di tanganmu, apakah harta itu akan jadi jalanmu meraih ridha-Nya atau sebaliknya harta itu menjauhkanmu dari-Nya.

"Jadilah orang yang kaya dengan banyak memberi, bukan dengan banyak memiliki"

Comments

  1. setuju mbak, org bisa memberi karena ia kaya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, tapi kita juga bisa kaya dengan banyak memberi :)

      Delete
  2. banyak memebri ngga akan rugi ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, yang ada malah untung. Dapet pahala, dan rezeki kita juga ditambah oleh Allah ;)

      Delete
  3. Memberi ketika sedang lapang maupun sempit sama sulitnya jika belum terbiasa ya, mak. Kadang harus ditega2in terutama untuk barang2 kesayangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, kalau untuk barang-barang kesayangan emang harus diilangin dulu sifat egois kitanya :)

      Delete
  4. betul sekali, mak saat sy sekarang berbagi ilmu dg anak2 tak mampu selalu senang ketika melihat mereka tertawa.Apalagi kalau mereka selalu bertanya kapan kemari lagi, rasanya bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren mak kegiatannya :) berbagi bisa membuat kita merasa kaya juga ya mak..

      Delete
  5. Lebih seneng kaya hati daripada kaya harta. Kaya harta banyak yang sirik. Kaya hati bikin hidup tenang ^^

    ReplyDelete
  6. setuju mbak...semakin banyak ngasih ke roang lain, semakin banyak tabungan dan saldo di akhirat. Amiiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, banyak memberi berarti semakin banyak pahala yang kita dapat :)

      Delete
  7. kepinginnya sih begitu mak..tapi kenapa perasaan banyakan orang yang memberi kita yaaa,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, diberi itu memang enak sih ya mak :p kadang kita suka keenakan malah..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…