Skip to main content

Keburukan dan Kebaikan

Semua orang pasti punya sisi dalam dirinya yang melemahkannya. Termasuk keburukan, ini adalah kelemahan dalam diri seseorang. Memang gak ada ya orang yang sempurna itu. Apalagi manusia-manusia jaman sekarang, semakin banyak kejahatan-kejahatan yang beraneka rupa, yang bikin kita miris dan bergidik mendengarnya. Eh, tapi saya lagi gak mau bahas soal kejahatan kok :) Saya mau bahas tentang keburukan.

Saat orang lain bersikap buruk terhadap kita, kita pasti punya kecenderungan untuk merasa sebal. Aneh malah kan, kalau ada orang yang diperlakukan buruk sama orang lain, dia malah suka :p Pastinya hati kecil kita merasa gak terima lah ya. Ini juga yang saya suka alami, dan sempat saya alami kemarin-kemarin. Saat orang lain bersikap gak baik sama saya, saya sempat merasa agak sebal jadinya sama orang itu. 

Tapi saya sadar perasaan saya yang seperti itu adalah energi negatif. Dan saya yakin energi negatif gak ada manfaatnya buat saya, yang ada malah bisa memberikan efek negatif untuk saya. Ini adalah penyakit hati. Gak boleh ah ada rasa rasa sebal sama orang lain, ya..sekalipun rasa sebal saya berdasar ya, tetep aja rasa sebal ini gak boleh dipelihara, karena bisa menggerogoti kebaikan hati kita. Coba kalau kita bawaannya udah sebal sama orang, mau berbaik-baik pasti rasanya berat, kalaupun bisa jatuhnya jadi munafik. 

Saya kemudian berfikir gini, saat ada orang lain yang bersikap gak baik sama kita, yakinlah bahwa kebaikan dan keburukan kita gak akan tertukar sama orang lain. Maksudnya, apapun kebaikan dan keburukan yang kita lakukan pasti akan dicatat oleh malaikat dengan tepat, gak mungkin salah orang. Kalau saya yang berbuat baik ya pasti dicatat atas nama saya, begitu pula saat saya berbuat buruk ya ditulis atas nama saya juga. 

Jadi, kita gak perlu repot-repot ngurusi keburukan orang lain. Mending kita perbaiki diri deh ya :) *padahal saya juga belum bener :p Selain itu, kebaikan yang kita lakukan pasti akan menguntungkan kita sendiri, dan keburukan yang orang lain lakukan ya pastinya akan merugikan mereka. Gak mau juga kan ikut rugi gara-gara sibuk ngurusi keburukan orang lain, apalagi sampai ikut-ikutan berbuat buruk. Na'udzubillahi min dzalik. 

Comments

  1. Setuju Mak... berlatih kuat pada pukulan pertama perlu pemahaman ya. Bagus klw Mak punya 1 cara fikir utk jadi pegangan. Kalau pegangan saya, "Hari ini dia jadi bahan ujian saya, boleh jadi lain waktu saya yang akan jadi bahan ujian dia"....:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus juga mak pemikirannya, betul juga ya..keburukan orang pada kita adalah ujian buat kita..

      Delete
  2. Pilih menanam kebaikan, biar tumbuh kebaikan pula ya, Mba. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul mbak :) apa yang kita tanam itulah yang kita tuai..

      Delete
  3. yap mba..sekarang sejak punya tiga anak, saya lebih berusaha berpikir jernih untuk ga terlalu memikirkan hal-hal yang menguras pikiran..yah seperti yang diceritakan di atas..(#gitu ajah repot:kata mbah Gus Dur) hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mbak, mendingan kita alihkan energi kita untuk mikirin anak-anak yaaa :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…