Skip to main content

Kenali Baik-baik Calon Pendampingmu

Sumber : Shutterstock

Memilih pendamping hidup memang bukan perkara gampang. Ya bisa jadi gampang kalau sekedar mencari, tapi untuk kita benar-benar mendapatkan yang terbaik, seringkali adalah hal yang sulit. Dulu sebelum saya menikah, saya berfikir bahwa jodoh itu perkara waktu, kalau sudah waktunya pasti ada jalan, dan akan mudah saja untuk ke pernikahan. 

Padahal pada prosesnya, kita perlu berusaha mengenal calon pendamping kita sebaik mungkin. Ada beberapa hal dalam ta'aruf saya waktu itu yang tak saya lakukan. Sebelum menikah, saya berfikir pernikahan tak serumit yang ternyata terjadi pada saya. Ternyata ujian pernikahan saya begitu berat. Katakanlah memang saya gak berjodoh dengan mantan suami, akhirnya pernikahan kami berjalan tak sampai setahun. 

Saya lebih suka bilang bahwa perceraian saya terjadi karena kami memang gak berjodoh lagi, dibanding saya harus cerita yang sebenarnya :) Banyak hal yang saya gak bisa ungkap kecuali pada orang-orang terdekat. Banyak sekali hikmah yang saya ambil dari kejadian yang saya alami. Salah satunya adalah, sebelum menikah kita harus kenali baik-baik calon pendamping kita. 

Selain istikharah untuk meminta kemantapan hati, kita juga harus berusaha mengenal lebih jauh mengenai calon pendamping kita. Informasi mengenai dirinya bisa kita dapatkan dari keluarga, sahabat / temannya, tetangganya, rekan kerjanya, atau orang yang tau tentang calon pendamping kita. 

Dalam berta'aruf ada proses saling mengirimkan biodata dan sedikit gambaran mengenai calon pendamping kita, yang dibuat oleh calon kita. Tapi, kalau ada ketidakjujuran rasanya percuma. Oleh karenanya kita harus berusaha mendapatkan informasi dari pihak lain. Selain informasi, sebaiknya kita juga bersilaturahmi langsung ke rumah dimana calon pendamping kita tinggal, dan juga rumah orangtua / keluarganya. 

Ini berguna agar kita tau bagaimana gambaran calon pendamping kita di lingkungan tempat tinggalnya. Tak ada salahnya juga jika kita menguji calon pendamping kita, sejauh mana ia benar-benar serius untuk membangun rumah tangga yang sakinah. 

Namun intinya, perkara jodoh memang takdir Allah. Jika memang kita ditakdirkan untuk berjodoh dengan seseorang hingga akhir hayat, maka akan terjadi. Begitupun sebaliknya, jika memang gak jodoh, akan diberi jalan untuk berpisah. Apapun hasil akhir dari ketentuan-Nya, kewajiban kita adalah berusaha yang terbaik :)

Comments

  1. Astaghfirullah, semoga mbak diberi kekuatan dan kesabaran sama Allah ya menghadapinya. Saya nggak nyangka mbak begitu tegar, pantesan saja selama kenal mbak lewat sosmed, hanya mbak dan anaknya yg selalu tampil eksis. Pelajaran yang berharga buat saya sebelum memilih calon suami, mohon do'anya selalu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Mbak Aida untuk doanya :) makasih ya..
      Mudah-mudahan mbak dapat jodoh lelaki yang berakhlak baik dan kuat iman islamnya, aamiin.

      Delete
  2. Ada rahasia di balik rahasia mak. Tuhan punya cerita pada diri setiap manusia. Kita mesti Yakin mak bahwa Tuhan memebri cobaan itu ada maksudnya. Semoga semua baik-baik saja. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya punya takdir dalam hidup yang gak sama dengan orang lain yang pernikahannya langgeng :) Betul mak, semua ada hikmahnya kok..
      Aamiin, makasiih..

      Delete
  3. Soal taaruf, aku pernah punya pengalaman. Endingnya bisa ditebak deh seperti apa. Satu hal yang yang saya pelajari dari taaruf, jangan terdorong emosi, euforia atau apapun itu yang membuat kita berpikir pendek. Tetap berfikir jernih, matang dalam setiap keputusan. Ya, jodoh emang misteri banget, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang banyak juga orang yang mengatasnamakan ta'aruf padahal praktiknya gak amanah, seperti yg saya bilang, saat bertukar biodata ada kebohongan misalnya. Iya mak, harus sangat hati-hati dalam berta'aruf :)

      Delete
  4. Saya yakin Mak pasti bisa melewatinya karena Mak Arifah adalah Ibu terbaik untuk anak-anak Mak :))
    Semoga Tuhan selalu memberikan kekuatan dan kesabaran, Amin :))

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…