Skip to main content

Menerima Kekurangan Diri


Menerima kelebihan bisa jadi lebih mudah ya dibanding menerima kekurangan *yaiyalaaah*. Rasanya lebih mudah untuk bersyukur saat kita sadar akan segala kelebihan kita. Setiap kali ada yang memuji kelebihan kita, pasti kita berucap alhamdulillaah :) kecuali lagi lupa. Kelebihan yang kita punya lebih bisa membuat kita merasa senang, merasa beruntung, atau merasa percaya diri.

Diberi kelebihan sebenarnya adalah ujian untuk kita. Seberapa besar rasa syukur kita dengan adanya kelebihan-kelebihan itu. Apakah dengan ujian berupa kelebihan-kelebihan yang kita miliki itu, kita bisa tetap rendah hati, tak ada rasa berbangga diri yang berlebihan, atau merasa lebih dari orang lain yang kemudian membuat kita tinggi hati. 

Lalu gimana dengan kekurangan? Gak banyak orang yang bisa menerima kekurangan dengan baik. Mudah-mudahan kalian termasuk yang bisa menerima segala kekurangan diri dengan baik ya ;) aamiin. Kekurangan juga adalah hal yang wajib kita syukuri. Banyak hikmah dibalik setiap kekurangan diri. Kekurangan mengajarkan kita untuk lebih rendah hati, mengajarkan kita untuk sabar, dan juga mengajarkan kita untuk gak mudah iri melihat kelebihan orang lain. 

Kekurangan juga ujian buat kita. Ujian sabar dan syukur. Sabar untuk gak banyak mengeluh, sabar untuk gak merasa rendah diri dengan kekurangan kita, ataupun sabar untuk gak melakukan hal-hal yang bisa jadi gak berkah demi penampilan yang menurut kita sempurna. 

Apapun itu, kelebihan maupun kekurangan keduanya sama-sama ujian bagi kita. Tak perlu berkecil hati dengan adanya kekurangan pada dirimu. Terimalah setiap kekurangan dalam dirimu sebagai bagian yang unik dari dirimu. Kekurangan diri justru bisa menjadi kelebihan jika kamu mampu menggali potensi yang ada dalam dirimu dengan baik ;) 

Kekurangan dalam dirimu bisa membuatmu mendapat banyak pahala jika kamu tetap bersyukur atas kekuranganmu, tetap sabar dan ikhlas menerima. Ah, indah ya..kalau kita selalu bisa melihat sisi positif dari segala sesuatu.

Comments

  1. Setuju mak, Kekurangan maupun kelebihan itu sudah menjadi garis kehidupan. Semuanya akan indah bila disertai syukur...:)

    ReplyDelete
  2. wah saya sering banget lupa ucap alhamdulillah ketika dipuji (masya Allah)..terima kasih kembali diingatkan Mba cantik ini..:)

    ReplyDelete
  3. Saya juga berfikir seperti itu,Mak... kelebihan dan kekurangan ke duanya ujian.
    Bila saya kesal pada orang, mungkin itu kelemahannya yang jadi ujian saya. Boleh jadi hari esok, kita yang jadi ujian bagi dia...

    ReplyDelete
  4. Suka banget quote nya mba :), inspiratif...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …