Skip to main content

Perempuan Itu...

Hari ini Allah membukakan mata hati saya terhadap seorang perempuan yang saya mengira ia orang baik, ternyata gak sebaik yang saya kira. Saya kenal belum lama sih, baru beberapa bulan ini. Awal kenal, saya bersikap biasa aja. Ada sesuatu yang membuat saya gak ingin terlibat kontak terlalu dekat dengannya. Tapi, lama-lama saya mulai mencoba bersikap baik padanya, saya pikir buat apa saya bersu'udzan (berburuk sangka) sama orang yang saya gak benar-benar kenal.

Daripada bersu'udzan lebih baik berhusnudzan (berbaik sangka) kan :) Ya sudah, akhirnya saya baikin deh perempuan itu. Kami pernah sekali bertemu, dan pas ketemu saya menangkap sinyal negatif darinya. Awalnya saya sempat berfikir bahwa bisa jadi dia memang gak sebaik yang saya kira nih. Tapi, gak lama kemudian ketika dia kontak-kontak saya lagi, saya berubah menyambut baik kembali. Saya pikir, ah mungkin pendapat saya tentang dia salah, bisa jadi dia memang orang baik. 

Sampai akhirnya ada seseorang yang bilang sesuatu tentang perempuan itu, intinya perempuan itu punya niat yang gak baik sama saya. Tapi disitu, saya gak mengiyakan kabar itu. Saya anggap itu fitnah dari orang yang gak bener. Sampai satu saat, saya pernah bertanya langsung padanya soal kebenaran berita itu, dan perempuan itu gak mengelak tapi juga gak mengiyakan. Saya mulai merasa aneh disitu, kalau memang kabar itu gak benar kenapa ia gak mengelak ya :p 

Puncaknya terjadi di hari ini. Saya kembali kontak dengannya, dan kami membahas sesuatu yang akhirnya membuka tabir itu. Tanpa ia sadari, pernyataan-pernyataannya telah membuka mata hati saya untuk tau seperti apa ia sebenarnya. Kabar yang awalnya saya kira fitnah itu, ternyata memang benar. Dia punya niat gak baik :( 

Astaghfirullah, saya juga sempat agak emosi menanggapi pernyataan-pernyataannya. Akhirnya, saya putuskan untuk mengakhiri perdebatan itu dengan menghapus contactnya agar ia gak bisa mengirimi saya message lagi. Saya paling gak suka berdebat yang gak jelas. Lebih baik saya mundur dan diam. 

Hikmahnya adalah saya bersyukur alhamdulillaah karena Allah udah membuka mata hati saya, untuk tau seperti apa sebenarnya perempuan itu. Ternyata ia tak sebaik yang saya kira. Sehingga saat ini saya tau harus bersikap seperti apa padanya. Saya gak benci, saya gak marah sama perempuan itu. Tapi akhirnya, saya gak bisa percaya lagi padanya, itu aja. 

Comments

  1. alhmdulillah sgera dijauhkan mbk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, bersyukur dikasih petunjuk sama Allah ;)

      Delete
  2. Sebatas tau dan antisipasi aja jangan sampai berpikir yang tidak2. Tetep pandai2 menyikapinya.

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah Allah segera membuka kejahatan itu Mbak..... semoga Mbak dan keluarga selalu dalam lidungan-Nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, alhamdulillaah mbak :)
      Aamiin, makasih..

      Delete
  4. sabar...:") orang jahat pasti dibenci Tuhan.. Jangan ikut jahat biarin aja ...
    sabar ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, yang penting saya gak ikut-ikutan gak baik :) Makasih yaaa..

      Delete
  5. Firasat biasa selalu hadir memberikan kita pertimbangan, tapi terkadang kita tidak mampu menangkap firasat itu lebih awal. Tapi syukurlah mbak sudah tahu sebelum terjadi hal yang buruk.

    Ngomong2, kunjungan perdana nih mbak, salam kenal yah, kalau berkenan bisa mampir di blog saya juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, kita suka terlambat menyadari firasat di awal kejadian.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …