Skip to main content

Sering Turun, Naiknya Kadang-kadang

Rasanya susaaah banget pengen SELALU merasa dilihat Allah. Padahal saya tau dan sangat yakin bahwa Allah selalu melihat saya, sekalipun saya seringkali acuh. Allah selalu memperhatikan saya, tapi saya kerap lalai memperhatikannya. 

Selalu merasa dilihat oleh Allah, adalah bukti bahwa keimanan kita sudah tinggi. Karena jika kita selalu ngeh akan keberadaan Allah didekat kita, kita tentu akan selalu berusaha menjaga segala tingkah, perbuatan, lisan, hati, serta pikiran kita dari segala hal yang tak baik. Kita tentu lebih suka selalu berdzikir melafazkan nama-Nya ketimbang harus melakukan hal yang sia-sia, apalagi yang mendatangkan keburukan, seperti mengeluh, marah-marah, bergunjing, dll.

Ada kalanya saya merasa betul-betul Allah disamping saya, terutama saat saya sedang sangat membutuhkan-Nya. Saat saya sedang butuh pertolongan, buru-buru saya memanggil nama-Nya. Saya begitu rajin melakukan perintah-perintahnya, yang wajib maupun sunah. Saat saya sedang resah gelisah, saya lebih rajin berdoa pada-Nya, gak perlu nunggu waktu shalat, dalam waktu-waktu lain pun saya sempatkan berdoa. 

Tapi, saat sedang dalam keadaan sangat senang, saat saya merasa permintaan-permintaan saya sudah terpenuhi, atau saat saya merasa tak punya masalah, SEHARUSNYA saya jauuuh lebih sering mengingat-Nya, lebih rajin menjalankan perintah wajib dan sunah-Nya, dan lebih sering berdzikir menyebut nama-Nya. 

Keimanan saya memang belum baik, masih sering turun, naiknya kadang-kadang. 

Comments

  1. Kalo sering naik turun, inget tentang kematian aja, mba. Kematian pengingat terbaik agar hidup lebih bermakna dan selalu dekat dengan Allah.

    ReplyDelete
  2. Saya pun suka "Futur". Saya hanya ingat nasihat, tetap bersabar dalam beribadah, meski saat itu merasa diawasi atau tidak. Lebih baik merindukan "Kedekatan", kan? daripada tak pernah merasakannya sama sekali. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, alhamdulillaah ya masih diberi rasa rindu untuk dekat dengan Allah :)

      Delete
  3. Hiks, sama, Mba. Semog kita bisa meningkatkan keimanan kita ya, Mba.


    Sering tilawah. . . :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasiih :)
      Iya nih, harusnya sering-sering tilawah ya, harus ikut ODOJ kali ya, hee..

      Delete
  4. Assalaamu'alaikum wr.wb Arifah....

    Beitulah iman kita, bagai roda sering berputar mengikut rentak nafsu dan keinginan yang mana lebih besar untuk dituruti. Insya Allah, dengan selalu mengingati-NYA iman kita akan selalu naik. usahakan dari turun lebihkan naik. Mudah untuk diurus jika kita mampu mengawal nafsu kita dengan akal dan iman.

    Salam kenal mbak, senang dapat bertandang di blog mbak dan mudahan silaturahmi ini bisa terjalin baik di masa depan. aamiin.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak
    SITI FATIMAH AHMAD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalaam warahmatullah wabarakatuh Mbak Fatimah,
      Iya, kalau kita bisa mengendalikan nafsu, insya Allah iman kita bisa selalu terjaga..
      Salam kenal kembali ya mbak, aamiin.

      Delete
  5. Sama mba..:( kadang kita perlu ditegur supaya keimanan naik..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…