Skip to main content

Tertipu Penampilan

Pepatah don't judge a book by it's cover itu memang benar lho :) Saya pernah salah menilai seseorang, yang awalnya saya lebih menilai dari apa yang terlihat dari segi tampilan, namun ternyata penilaian saya itu salah besar. Penampilan itu bisa menipu, ia menipu mata kita, penilaian serta pandangan kita. 

Dulu saya pikir, orang yang secara tampilan benar-benar baik, pastilah ia memiliki sikap dan prilaku yang baik pula. Sampai akhirnya, pada satu waktu saya disadarkan akan hal ini. Dulu saya pernah mengenal seseorang yang saya nilai ia sebaik apa yang terlihat dari tampilannya, ternyata ia sangat jauh dari baik. Malah yang saya rasakan, orang lain yang tampilannya tak sebaik dirinya, malah sikap dan tingkah lakunya lebih baik.

Di sinilah saya merasa sangat tertegur, bahwa saya gak bisa lagi menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat dari penampilan. Seseorang dengan penampilan yang sangat baik, belum tentu hatinya baik juga. Dan sebaliknya, orang yang penampilan kurang baik, belum tentu hatinya gak baik.

Sejak saat itu, pandangan saya tentang orang yang berhati baik jadi berubah. Saya jadi gak mau lagi menilai seseorang dari luarnya. Saya baru bisa menganggap seseorang benar-benar berhati baik saat saya sudah benar-benar mengenal orang tersebut secara dekat. Sekalipun secara penampilan orang itu baik, tapi saya jadi gak mudah percaya gitu aja, karena saya merasa pernah tertipu penampilan. 

Comments

  1. tul mba..namun semakin kita mengasah naluri dan insting..akan semakin baik untuk mengenal seseorang..gestur dan isi pembicaraan bisa dijadikan referensi karakter orang tersebut..:) makasih ya awardnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, saya pernah merasa tertipu :(
      Sama-samaaa..

      Delete
  2. katanya sih kita baru bisa menilai orang itu baik atau ga dari perniagaan dan pengalaman pernah melakukan perjalanan bareng cuma sehari. jadi tau kesehariannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mak, tapi cuma sehari mah kayanya gak cukup mak :p hihi..

      Delete
  3. Percayalah sama penampilan suami dan anak2 aja ya, Mba. :D

    Yg penting kitanya tetap waspada dg org yg baru saja dikenal. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak punya suami mbak :p hihi..
      Iya, harus ada kehatia-hatian :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…