Skip to main content

Tiga Mimpi yang Akan Saya Wujudkan

Ngomong-ngomong tentang mimpi, seharusnya setiap orang punya yang namanya mimpi. Mimpi adalah sesuatu yang sangat kita inginkan atau idamkan. Mimpi sebenarnya punya kesamaan dengan cita-cita. Sama-sama merupakan keinginan dan harapan kita. Disebut mimpi, karena apa yang kita idamkan itu seolah seperti sesuatu yang gak mungkin untuk terjadi, sesuatu yang besar, atau sesuatu yang tinggiii untuk kita harapkan.

Namun mimpi seharusnya benar-benar disertai keinginan kuat untuk mewujudkannya. Kalau kita punya mimpi tapi kita hanya sekedar memiliki aja, gak benar-benar ingin mewujudkannya, maka ini seperti sebuah khayalan. Dan pada akhirnya, mimpi kita benar-benar hanya sebuah mimpi layaknya bunga tidur. 



Begitu pula dengan saya, saya punya mimpi. Bukan hanya satu, tapi saya punya tiga mimpi yang ingin dan berusaha saya wujudkan. Saya berharap dan berusaha agar ketiga mimpi saya ini bisa terwujud sebelum usia saya 40 tahun. Mimpi pertama mudah-mudahan terwujud di usia 35 tahun, mimpi kedua di usia 37 tahun, dan mimpi ketiga di usia 39 tahun, aamiin. 

Setiap hari saya memasukkan daftar ketiga mimpi saya ini dalam doa saya. Saat ini, setiap hari pula saya berusaha untuk mewujudkannya. Saya berusaha meyakini bahwa tak ada yang tak mungkin untuk terjadi jika Allah menghendakinya. Saya berusaha percaya bahwa satu saat Allah benar-benar akan mewujudkan ketiga mimpi saya, sebagai hasil dari doa, usaha, serta keyakinan saya pada-Nya.

Comments

  1. Amen. Semoga mimpi-mimpinya terwujud, ya :)

    ReplyDelete
  2. semoga segera terwujud impian-impiannya mbak,,, semoga setiap usianya di berkahi Allah swt di iringi dengan amal kebajikan :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Mbak Aida :) makasih ya.. Doa yang sama buat Mbak Aida, aamiin.

      Delete
  3. Semangat Mbaaak! Semoga apapun yang diimpikan Mbak Arifah, terwujud.. Amiin :)

    ReplyDelete
  4. Semoga mimpinya terwujud yaaa...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …