Skip to main content

Alia Anak yang Pemberani

Punya anak batita yang cerewet itu seruuu :) apalagi sekarang Alia udah gak malu-malu lagi kalau diajak ke mana-mana, cerewetnya keluar juga, hehe. Seperti kemarin, saya mengajaknya ke supermarket, saat saya sedang asyik memilih-milih barang belanjaan, Alia malah sibuk ngomong sendiri sambil memegang coklat yang dianggapnya microphone (mic) :p 'ceritanya' Alia lagi jadi pembicara. 

Beberapa pramuniaga senyam-senyum melihat tingkah Alia. Suaranya pun bisa saya dengar dari jarak beberapa meter. Karena saya sempat mencari barang belanjaan di lorong lain -sementara Alia bersama eyangnya- suara Alia tetap bisa saya dengar. Alhamdulillaah. Sampai saat ini saya masih suka takjub kenapa Alia bisa secerewet itu, soalnya saya waktu kecil gak cerewet, mantan suami juga bukan tipe orang yang pintar ngomong. 

Saya waktu kecil termasuk anak yang penurut, pemalu, gak banyak tingkah, dan pastinya gak cerewet. Lain banget sama Alia sekarang :) Dia gak pemalu, aktif, dan cerewetnya itu lho..bikin gemes maksimal, sampai bisa bikin mamanya ngikik. Dalam hal ini like mother like son gak berlaku kayanya. 

Sebenarnya sih dulu waktu masih di Cilegon, Alia belum seperti sekarang. Dulu gampang takut saat ketemu orang baru. Kondisi saya secara batin pada saat itu memang kurang baik -pasca perceraian-, makanya berpengaruh juga ke anak. Setelah di Cimahi, saya merasa jauh lebih tenang dan bahagia, dan ini pasti berdampak pada Alia. Perlahan Alia bisa menghilangkan rasa mudah takutnya pada orang yang baru dilihatnya.

Saya memang berharap agar Alia jadi anak yang pemberani. Berani bukan hanya sekedar berani, tapi berani dalam kebaikan dan kebenaran. Berani berkata benar, berani membela yang benar, maupun berani dalam menentukan sikap. Alhamdulillaah sekarang udah mulai terlihat, Alia berani bicara di depan orang banyak dan berani bertemu orang baru :) ini juga udah menunjukkan keberanian.

Comments

  1. xixixi..seneng bacanya. Mudah-mudahan sampai besar Alia tetap jadi penyejuk hati Mama, eyang dan semuanya yaa...:)

    ReplyDelete
  2. ♡♡♡♡ jagain mamanya baik2 ya alia ♡♡♡♡♡

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pasti yang lebih dulu ngejaga Alia :) hehe.. aamiin, makasiih Mamanya Raffi

      Delete
  3. Alia hebat..temenan sama Raissa yuk!

    ReplyDelete
  4. Halo Kakak Alia yang pintar ngomong :D Salam sayang dari Kalki :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …