Skip to main content

Cara Mendidik Anak

Setiap orangtua pasti punya cara masing-masing dalam mendidik anaknya. Ada yang dengan cara lembut hingga cenderung memanjakan karena gak mau bersikap tegas pada anak, jadi orangtua lebih sering menuruti maunya anak. Tapi ada juga yang mendidik dengan cara tegas dan terkadang bersikap keras pada anak, dengan tujuan agar anak lebih disiplin dan tau aturan.

Ini biasanya dipengaruhi oleh karakter dari orangtua itu sendiri. Orangtua yang memang pada dasarnya berkarakter tegas dan keras, dalam mendidik anak biasanya ia akan cenderung bersikap tegas pula. Begitupun jika orangtua memiliki karakter yang lembut dan sabar, biasanya pada saat mendidik anakpun ia lebih banyak menggunakan kelembutannya. 

Ini biasanya lho ya, karena gak selalu juga seperti itu. Saya pernah juga nemuin kasus dimana ada seorang ibu yang begitu tegas pada orang lain, namun saat berhadapan dengan anaknya ia begitu lembut dan cenderung memanjakan. Kalau saya, sebenarnya pengeeen banget bisa mendidik anak dengan penuh kelembutan, tapi yang kerap keluar malah tegasnya :p karakter bawaan saya memang tegas dan keras, dan agak susah untuk menghilangkan karakter ini saat mendidik anak. Apalagi kalau sedang emosi, susaaah banget untuk bersikap lembut, hihi.. 

Tapi sekeras-kerasnya saya, saya lebih banyak lunaknya sama anak. Paling-paling saya bicara dengan nada tinggi dan agak keras, saat saya sedang terpancing emosi menanggapi tingkah anak. Tapi di lain waktu saat emosi saya sudah turun, saya lebih suka menasehati secara pelan-pelan. Menurut saya, nasehat yang disampaikan dengan cara lembut dan bijak bisa lebih mudah diterima (masuk ke hati) anak dibanding nasehat yang disampaikan dengan nada tinggi atau keras. 

Bagaimanapun cara yang dipilih oleh orangtua dalam mendidik anak pastikan bahwa ini sesuai dengan kebutuhan anak. Adakalanya kita sebagai orangtua harus bersikap lembut, namun adakalanya juga harus bersikap tegas. Dan semuanya harus demi kebaikan anak :) Juga jangan berlebihan dalam bersikap, jangan terlalu lembut dan jangan terlalu keras. Sesuatu yang berlebihan itu gak baik, lebih baik sesuatu yang dilakukan secara berimbang dan sesuai pada situasi dan kondisi.

Comments

  1. Belajar untuk terus menjadi orangtua yang bijaksana, ya mak :)

    ReplyDelete
  2. Bapak saya amat keras mendidik anak-anaknya. Maka sejak gadis saya berniat tak mau jadi ortu yang keras. Ternyata anak itu seperti sekolah, setiap hari saya dipaksa belajar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlalu keras juga gak baik ya mak ;)
      Iya, terus belajar menjadi orangtua yang baik.

      Delete
  3. Dulu wkt kerja saya banyak lwmbutnya sama anak krn mrs bersalah dg wkt yg hilang. Setelh jd fullmom saya berush tegas.tp suka marah2 jg sih ..duh belajar terus jd best mom

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, saya juga kadang suka marah-marah kalau pas bener-bener kesel :p tapi berusaha untuk gak berlebihan :)
      Aamiin ya mak, bisa jadi orangtua yang baik..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …