Skip to main content

Kenapa Sih Pacaran Dilarang?

Saya pernah pacaran. Tepatnya saat saya kuliah tahun pertama. Saat itu saya belum terlalu paham soal aturan-aturan Islam. Di masa awal-awal saya pacaran, setau saya zina itu ya melakukan hubungan intim. Berarti pegangan tangan atau sekedar jalan berdua mah boleh -_- *ngaco saya*. Pokoknya, yang paling penting saya bisa jaga keperawanan saya. Saya gak berfikir bahwa pacaran itu bisa membuat banyak kemudharatan, selama saya bisa jaga keperawanan. 

Maka saya jalanilah pacaran tanpa merasa ada yang salah. Lama-lama saya lebih paham soal aturan Islam, bahwa pegangan tangan itu termasuk zina, duduk rendengan berdua-duaan itu gak boleh kalau bukan sama yang bukan mahram, bahkan saling liat-liatan sambil senyam-senyum ala orang pacaran juga termasuk dalam kategori zina juga. Memang kadar dosanya gak sama, antara zina besar (seperti hubungan intim) sama zina kecil (seperti pegangan tangan), tapi intinya tetap DOSA !

Nah, setelah saya tau soal zina itu. Saya kadang-kadang suka ngerasa gak tenaaang gitu kalau inget kesalahan-kesalahan saya. Duh, amal saya aja masih minim, saya belum jadi orang bener, masa mau ditambahin sama dosa dari pacaran sih >_< Saya suka ngebatin kalau inget ini. Apalagi saat saya udah memutuskan berjilbab, dan pada waktu itu saya sedang punya pacar. Dalam hati saya merasa beban, saya berjilbab dengan niat ibadah pada Allah, tapi kok di sisi lain saya pacaran dan melakukan zina. 

Saya sempat bilang sama pacar saya saat itu, untuk lebih sopan dalam pacaran. Saya gak pengen ada sentuhan-sentuhan, termasuk pegangan tangan ! Tapiii, susaaah bisa menjaga diri karena setan-setan begitu hebat mengganggu. Itu sebabnya wanita dan laki-laki non mahram dilarang berdua-duaan tanpa orang lain di dekatnya, karena setan akan menggoda mereka. Ya, semua ketentuan Allah pasti ada maksud dan tujuannya dan ini demi kebaikan kita. Termasuk larangan dalam Islam mengenai zina. 

Sampai akhirnya Allah kasih jalan pada saya untuk pisah dari pacar saya saat itu. Saya sadar, ini salah satu bentuk perlindungan Allah pada saya saat itu :) alhamdulillaah. Saya sangat bersyukur Allah melindungi saya dari melepas keperawanan sebelum pernikahan. Saya merasa ini pasti karena doa mama. Mama selalu berpesan agar saya bisa menjaga mahkota suci wanita sampai saya menikah kelak. Setidaknya saya berhasil menjaganya, sekalipun saya pernah melewati proses pacaran.

Sejak saya pisah dari pacar saya saat itu, saya memutuskan untuk gak mau lagi pacaran. Saya ingin menjalani sebuah hubungan yang diridhai dan diberkahi Allah. Tapi dalam perjalanannya, saya sempat juga diuji kembali soal ini. Ada pria mendekati saya, dia berusaha meyakinkan saya bahwa bisa kok pacaran tanpa melakukan zina, bahkan dia gak akan menyentuh tangan saya sekalipun. Ternyata BOHONG ! Alhamdulillaah hanya sebulan saya dekat dengannya, kemudian Allah kasih saya jalan lagi untuk pisah dari lelaki itu.

Dari pengalaman itu, saya gak mau lagi begitu mudahnya percaya sama laki-laki. Awalnya bilang A demi mendapatkan hati saya, eh..dalam perjalanan dia berbuat B  >_<  Dan sekali lagi saya di uji, ada lagi pria mendekati saya. Beberapa bulan pertama dia bisa menerima permintaan saya, saya gak mau diajak jalan berdua, saya gak mau diajak berdua-duaan. Jadi, dia selalu menemui saya di rumah, dan di rumah pun kita gak pernah duduk rendengan dua-duaan layaknya orang pacaran. Tapiii, lama-lama dia kayanya gak betah juga, saya pikir dia sepertinya bosan dengan hubungan seperti itu. Akhirnya, Allah kembali memberi saya jalan untuk pisah dengannya.

*bersambung ya..

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…