Skip to main content

Menjaga Lisan Lebih Sulit Dari Menjaga Hati

Sumber gambar dari sini

Terus terang saya suka agak risih kalau ada orang yang sebenarnya gak terlalu dekat dengan saya, tapi dia berani cerita dari A sampai Z tentang keburukan-keburukan orang lain. Saya suka bingung, mau kasih tanggepan apa sebaiknya. Saya berusaha kasih saran yang positif aja. Kasih saran yang baik dan netral, tanpa saya harus ikut-ikutan membicarakan keburukan-keburukan orang lain. Begitu pula jika yang cerita / curhat pada kita adalah orang terdekat. Bedanya, saya bisa lebih luwes menanggapi atau memberi komentar. 

Iyaaa, bisa jadi tanggepan saya ini gak memuaskan bagi orang yang curhat sama saya itu. Tapi, saya hanya gak tau apa-apa dan gak mau juga terjerumus dalam mencampuri urusan orang lain. Saya berusaha jadi pendengar yang baik, sebagaimana saya juga ingin didengarkan dengan baik saat saya membutuhkan orang lain. Tapi, maaf saya gak selalu bisa jadi pemberi saran yang baik karena bisa jadi saran saya bukan saran yang orang lain harapkan untuk didengar :p

Saat ada seseorang bercerita atau curhat pada kita tentang masalahnya dengan orang lain disertai dengan membicarakan keburukan-keburukan orang lain, bukan berarti kita harus memberikan tanggapan dengan mengiyakan gitu aja. Apalagi kalau ternyata kita memang gak tau kebenarannya. Lebih baik banyak diam daripada berbicara keburukan. Tapi, tapi, tapiii hal ini seringkali terasa susaaah  -_-  Menjaga lisan itu kadang lebih sulit daripada menjaga hati. Mudah-mudahan di bulan Ramadhan tahun ini, kita semua bisa lebih baik menjaga lisan dari perkataan-perkataan yang gak diridhai Allah, aamiin. 

Selamat menjelang puasa Ramadhan ! ;)

Comments

  1. Kalau kayak gtu, malah kadang endingnya jdi nggosip ya, Mba. Hiks
    Milih no komen wae.

    Met puasa ya, Mba. Semoga kita semua tergolong orang yang bertaqwa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kalau saya terlalu tanggapi bisa jadi ghibah *udah banyak ghibah nih saya*
      Makasiiih, aamiin :)

      Delete
  2. Setuju mba memilih netral dan mengarahkan pada kebaikan..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…