Skip to main content

Serba-serbi Seputar Cilegon

Dulu saya mengenal Cilegon hanya sebatas mengenal namanya aja, karena salah satu teman dekat saya waktu kuliah adalah orang Cilegon. Saudara saya juga ada yang tinggal di dekat Cilegon, tepatnya di Merak. Tapi saya belum pernah berkunjung ke sana. Jadi saya gak bisa ngebayangin seperti apa Cilegon itu. Sampai kemudian saya menikah dengan orang Banten yang memiliki rumah di Cilegon, akhirnya saya ikut suami -pada saat itu- untuk tinggal di sana.

Sumber foto dari sini

Hal pertama yang saya rasakan saat menginjakkan kaki di sana adalah panasss. Berasa banget panasnya karena saya sudah sangat nyaman dengan kondisi adem dan sejuknya Cimahi. Di Cilegon saya tinggal di sebuah perumahan nasional (perumnas). Lumayan udah padat juga perumahan itu, tapi sayangnya jarak dari rumah saya ke luar perumahan lumayan jauh, apalagi untuk ketemu angkutan umum (angkot), lebih jauh lagiii. 

Ada ojek sih sebenarnya, tapi saya paling anti naek ojek kalau gak terpaksa. Saya lebih suka jalan kaki, meskipun cukup bikin saya cape. Tapi lama kelamaan saya terbiasa juga jalan kaki dengan jarak tempuh yang lumayan jauh. Hikmahnya adalah saya jadi terpaksa olahraga jalan kaki setiap keluar rumah. Oya, saya juga gak bisa mengendarai motor, hihi.. padahal motor sih ada punya suami -pada saat itu-.

Alhasil, saya jadi agak susah kalau mau kemana-mana, karena setiap keluar rumah harus jalan kaki lumayan jauh, saya lebih sering belanja di minimarket daripada supermarket. Kalau mau keluar rumah yang jaraknya lumayan jauh, seperti ke supermarket atau rumah sakit, saya memilih naik taksi. Lumayan menguras isi dompet :p

Soal makanan, di Cilegon saya merasa gak semudah di Cimahi kalau mau cari makanan-makanan yang sesuai dengan lidah saya -yang lebih menyukai makanan bercitarasa gurih khas Cimahi / Bandung-. Tapi ada martabak enaaak banget di Cilegon yang saya belum nemu di Cimahi, namanya martabak Hokki. Saya suka banget martabak telornya, yang gurih dan banyak dagingnya. Harganya juga sesuai sama rasa dan porsinya :) *lha jadi promosi gratis*

*bersambung aaah..

Comments

  1. Saya juga gabisa motor mak. Udah belajar tp bawaanya takut nabrak aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, sama maaak :p iya saya juga gitu, takutan..

      Delete
  2. Apa perlu, kursus motoran dengan saya, mba? :D
    Skrg udah pinter naik motor, kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, gak mau ah tatut :p
      Beluuum mbak, masih setia jalan kaki dan naik kendaraan umum :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …