Skip to main content

Usia Batita (Lagi Senang-senangnya Bermain)

Anak usia batita emang lagi seneng-senengnyaaa main, kayaknya aktivitas yang paling mereka senangi adalah bermain. Begitu pula Alia, kalau udah main kaya gak ada capeknya. Yang capek duluan adalah lawan mainnya :p apalagi kalau lawan mainnya saya, hihi. Saya udah ngos-ngosan, eh Alia mah masih on (nyala) terusss. Alhamdulillaah Alia termasuk anak yang aktif. 




Hampir setiap hari Alia minta jalan-jalan :p Tapi sayangnya mamanya belum sanggup kalau harus tiap hari keluar rumah buat jalan-jalan, selain faktor uang, faktor waktu juga gak memungkinkan. Maklum, saya harus cari uang :) Paling gak seminggu atau dua minggu sekali saya ajak Alia jalan-jalan. Sering-seringnya sih diajak ke supermarket, lumayan buat nyalurin keaktifannya Alia jalan-jalan. Jalan kaki kan sehat. Alhamdulillaah Alia kuat jalan kaki, diajak keliling-keliling supermarket ayo aja. 




Apalagi kalau udah diajak jalan-jalan ke tempat bermain anak. Bawaannya gak pengen pulang deh. Mamanya udah capek dan lemes, Alianya masih sibuk muter-muter di arena tempat bermain. Sampai pernah satu waktu, di ajak pulang malah nangis karena masih betah pengen main. 




Saat di rumah juga gak kalah aktif, barang apaaa aja bisa jadi alat mainan Alia. Dari mulai perlengkapan tempat tidur (bantal, selimut, boneka), perlengkapan dapur (piring, sendok, panci), maupun perabotan rumah tangga seperti kursi-kursi plastik bisa jadi alat mainan Alia. Lumayan sering bikin geleng-geleng kepala juga sih, hihi..

Bagaimanapun juga kita sebagai orangtua harus memahami dan mengerti bahwa pada usia batita, anak memang lagi senang-senangnya mencoba ini dan itu, mereka seringkali lebih senang bermain dibanding aktivitas lainnya. 

Comments

  1. Alhamdulillah... Aktif tanda sehat. Btw Alia pinter bergaya yaa...:)

    ReplyDelete
  2. wah siap-siap nih menghandle batita jika anak saya nanti memasuki usia seperti Alia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak :) Mudah-mudahan Kalki aktif juga yaaa.. seru deh.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…