Skip to main content

You are My Wonderwoman

Saya memang gak tau gimana rasanya tumbuh besar bersama seorang ayah disamping saya, karena ayah saya meninggal di usia saya yang baru 4 tahunan. Tapi sejujurnya saya merasa hidup saya berjalan baik-baik aja, sekalipun gak ada figur ayah dalam keseharian saya. Mama saya gak menikah lagi sejak ditinggal almarhum ayah. 

Saya pernah merindukan sosok ayah :) tapi saya tau takdir Allah gak bisa dirubah. Saya pikir wajar aja kalau saya pernah merasa rindu akan kehadiran seorang ayah. Tapi kerinduan ini hanya saya rasakan di waktu-waktu tertentu aja, bisa jadi karena saya lagi kangen sama almarhum ayah. 

Saya gak pernah merasa minder karena gak punya sosok ayah. Saya juga gak berkecil hati. Orang lain mengira bahwa anak yang tumbuh besar tanpa seorang ayah berarti berada dalam keluarga yang gak sempurna / gak utuh dan ini pasti berdampak pada mental anak. Saya bisa katakan, BIG NO ! because i'm absolutely fine. Ya, pasti ada sesuatu yang kurang dalam kehidupan saya karena saya gak punya figur ayah. Tapi hidup memang gak ada yang sempurna kan :) dalam keluarga utuh sekalipun bukan gak mungkin seorang anak merasa kekurangan kasih sayang. 

Saya bersyukur sosok mama begitu kuat berperan dalam kehidupan saya, mama bisa menggantikan figur ayah yang gak saya rasakan saat saya tumbuh. Mama bisa jadi pelindung saya, mama bisa jadi pendukung saya, mama yang selalu bisa saya andalkan saat saya membutuhkan bantuan dan dukungan. You are my wonderwoman, mom !


Sumber gambar : shutterstock.com

Saya kerap bersyukur karena mama gak menikah lagi, ini membuat kami gak menggantikan figur ayah dengan siapapun. Pernah juga sih, mama punya keinginan untuk menikah lagi dengan tujuan agar kedua anak perempuannya ada yang melindungi. Tapi ya, urusan jodoh kan Allah yang mengatur, sekalipun mama pernah punya keinginan nikah lagi, tapi kalau Allah berkehendak lain kita harus terima :)


Hidup tanpa seorang ayah di sampingmu memang kerapkali tak mudah, tapi ini bisa menjadi mudah jika ada seorang ibu yang hebat di sampingmu, dan aku menemukannya pada sosok mamaku.. I LUV YOU SO MUCH, MOM

Comments

  1. hiks..saya yakin sekali mama pasti orang yg sangat kuat lahir batin..

    ReplyDelete
  2. Sosok seorang Ayah bisa dirasakan pada sosok Mamah ya, Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sosok mama yang hebat bisa membuat saya gak merasa kehilangan figur ayah :)

      Delete
  3. Bersyukurlah Mak, kalau saya ditinggal Ibu lebih dulu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, alhamdulillaah saya masih punya mama :)

      Delete
  4. jdi sedih baca postingan mak.. kebetulan bapak saya juga meninggal saat saya umur 4 tahun,bedanya sy dan ke 3 kakak saya dibesarkan oleh kakek nenek(ortu'y bapak).apapun itu,yg penting bersyukur ya mak?salam hangat dari jakarta.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sama ya mak.. Iya bersyukur banget :)
      Salam kembali dari Cimahi..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …