Skip to main content

Bakso Mengandung Daging Babi dan Empek-empek Berformalin

Semakin kesini penggunaan zat-zat berbahaya dalam makanan, ataupun makanan yang menggunakan bahan-bahan gak halal semakin banyak. Zat-zat berbahaya itu diantaranya formalin dan boraks. Formalin biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, pembasmi lalat dan serangga, bahan pengawet kosmetik, dan lain-lain (sumber : wikipedia). Sedangkan boraks biasa digunakan untuk pengawet kayu, antiseptik kayu, pengontrol kecoak, dan lain-lain (sumber : wikipedia).

Iiih, mengerikan ya zat-zat yang bersifat sangat keras tersebut sekarang banyak kita temukan dalam makanan / jajanan yang bisa jadi kerap kita konsumsi setiap harinya -_- na'udzubillahi min dzalik. Selain makanan yang mengandung zat-zat berbahaya, ada juga makanan yang mengandung bahan-bahan yang gak halal, misalnya : bakso yang mengandung daging babi atau tikus, daging sapi oplosan (daging sapi dicampur daging babi), atau ayam tiren / mati kemaren.

Kita sebagai konsumen seringkali gak bisa membedakan mana makanan yang bebas dari bahan-bahan tersebut, dan mana yang mengandung bahan-bahan tersebut. Maka dari itu kita harus sangat berhati-hati saat membeli makanan. Jangan sampai terkecoh oleh harga yang murah tapi enak, padahal dari segi kesehatan gak terjamin. Tapi juga gak jaminan makanan yang berharga mahal pasti terjamin kesehatannya, disinilah kita selaku konsumen harus teliti.

Beberapa bulan yang lalu saya pernah membeli bakso di sebuah kedai, letaknya gak jauh dari salah satu supermarket ternama di Cimahi. Harga per porsi untuk bakso biasa di kedai itu Rp.11.000,. Ini adalah harga yang paling murah di sana. Harganya standar lah ya, karena ada juga di tempat lain yang lebih murah, tapi ada juga yang lebih mahal. Rasa kuahnya enak, gurih. Bakso kecilnya juga lumayan.

Tapi, ketika saya potong bakso berukuran besarnya, kok ada bau menyengat yang gak enak banget. Saya heran, karena sebelumnya saya gak pernah makan bakso dengan bau gak enak yang menyengat kaya gini. Di pikiran saya timbul macam-macam dugaan. Mulai dari bakso dengan daging sapi busuk, bakso basi, bakso dengan zat berbahaya, bakso tikus, atau bakso babi. Ah, entahlah..pokoknya ada perasaan gak enak saat saya memakannya. Feeling saya mengatakan ini makanan ada sesuatunya -_-

Sumber foto dari sini

Setelah itu saya coba googling tentang ciri-ciri bakso yang mengandung zat-zat berbahaya atau yang mengandung bahan gak halal seperti babi, tikus, dan lain-lain. Berdasarkan hasil googling, dugaan saya bakso itu mengandung daging babi >_< Ciri-cirinya sangat mendekati apa yang saya temukan dari hasil googling. Ciri yang paling meyakinkan adalah, bau amis gak enak yang menyengat, lebih gurih dan empuk (tapi beda dengan gurihnya daging sapi), dan lemaknya sangat berminyak. Astaghfirullah..

Tak berhenti sampai disitu, beberapa hari lalu adik saya membeli empek-empek yang masih mentah. Murah sih emang, hanya Rp.1.500,. per biji. Tapi saat akan dimasukkan ke kulkas, saya dan mama menemukan sesuatu yang mencurigakan. Empek-empeknya berbau menusuk, seperti bau zat kimia yang kita gak tau itu apa. Pokoknya baunya tajam dan gak enak, dan yang pasti itu bukan bau ikan -_- Selain itu warnanya juga aneh, warna keabuan gak alami (seperti memakai pewarna), teksturnya kenyal elastis dan licin seperti diolesi minyak. Kembali lagi saya googling, dugaan saya berdasar ciri-ciri yang ada empek-empek itu menggunakan formalin. 

Sumber foto dari sini

Berhubung empek-empek yang dibeli cukup banyak, mau dibuang sayang. Akhirnya saya cari cara gimana agar kadar formalin bisa berkurang. Ternyata caranya yaitu dengan merendamnya dalam larutan air garam selama satu jam, kemudian direbus hingga benar-benar mendidih, dan dibilas lagi menggunakan air mengalir. Alhamdulillaah bau yang gak enak itu jauh berkurang. Setelah digoreng baunya hilang. 

Hikmahnya adalah, berhati-hatilah dalam membeli makanan yang siap makan (sudah diolah). Lebih baik kalau kita membeli di tempat yang kita udah yakin kualitasnya. Jangan terkecoh dengan makanan murah dan enak, karena kebanyakan makanan yang mengandung zat-zat berbahaya atau bahan-bahan gak halal adalah yang berharga murah, meski gak selalu begitu.

Comments

  1. nah,itu dia..kadang kita tergiur sama harga yang murah yg katanya enak..tadi juga barusan dikasih tau ibu kos kl sosis juga banyak yg oplosan daging khinzir....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..siapa yang gak suka sama yang murah meraih :p
      Iya, kalau yg murah khawatir oplosan ya.. Ngeri ah..

      Delete
  2. Terkadang konsumen di indonesia ini maunya murah tp enak dan halal, dan aman jg, tp melihat bahan baku dgn kualitas yg baik harganya mahal, yg jualan bingung kali yaa.. Spy tetep murah tp enak dan aman, tp halal nya gak dipake.. Kdg2 klo beli makanan diluar aku suka parno, tp lbh byk cueknya jg krn kurang tau... Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, sekarang apa-apa mahal tapi kita pengen beli makanan yang murah-murah -_- padahal banyak yang gak sehat. Hihi, iya nih kalau jajan suka gak teliti :p

      Delete
  3. Datang berkunjung... Semoga kita saling mempererat tali silahturahmi kita.. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…