Skip to main content

Betapa Nyamannya Berjilbab Panjang

Awal saya berjilbab sekitar 7 tahun lalu, jilbab saya belum panjang seperti sekarang. Meski dulu saya udah mengagumi Teh Ninih dan pengen banget bisa berjilbab seperti gayanya beliau, tapi saya belum terlalu pede dengan jilbab panjang. Dulu saya berpikir bahwa perempuan yang berjilbab panjang itu haruslah orang-orang yang keislamannya memang sudah sangat baik. Sedangkan saya masih jauuuh dari baik.

Namun lama kelamaan, pandangan saya berubah mengenai jilbab panjang. Sekarang saya berpikir bahwa jilbab panjang adalah suatu ketentuan yang benar dalam berhijab (menutup aurat dengan baik dan benar sesuai petunjuk Islam). Jadi, setiap muslimah seharusnya menutup auratnya dengan jilbab panjang. Minimal menutup bagian dada, tapi lebih baik lagi kalau lebih panjang dari itu :)

Sumber foto dari sini










Memakai jilbab panjang gak harus menunggu kita jadi perempuan shalehah dulu, justru kalau kita ingin menjadi perempuan shalehah kita harus memulainya dengan memakai jilbab panjang. Buat saya, jilbab panjang saya bukan untuk menunjukkan bahwa saya adalah perempuan baik, bukan untuk itu. Jilbab panjang saya sebagai salah satu bentuk ketaatan saya pada Allah.

Saya mulai suka memakai jilbab panjang baru sekitar 4 tahun belakangan ini. Pas saya coba pakai, ternyata rasanya nyamaaan deh. Saya semakin merasa kalau Allah semakin melindungi saya melalui jilbab panjang yang saya pakai. Ya, jilbab syar'i adalah salah satu bentuk perlindungan Allah untuk perempuan. Ketentuan Allah adalah yang terbaik untuk kita dan pasti memiliki banyak hikmah didalamnya.

Saat kamu mantap mengulurkan jilbab panjangmu menutupi auratmu hanya karena Allah, yakinlah bahwa perlahan namun pasti Allah akan membuatmu merasa sangat nyaman dengan jilbab panjang itu :) Mudah-mudahan Allah memberikan kita kemudahan serta kelapangan hati dalam menjalankan perintah berjilbab, aamiin.

Comments

  1. Benar... Jilbab bukan ukuran orang itu imannya baik atau enggak.

    ReplyDelete
  2. bentuk tubuh dan jenis bahan sangat menentukan apakah diperlukan jilbab panjang atau tidak. karena esensinya adalah menutup lekuk tubuh. saya lebih senang memakai yang sedang mak. kadang juga yang panjang untuk baju yang agak kekecilan.
    kalau pakai yang kecil malah nggak pede.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, intinya lekuk tubuhnya jangan terlihat :) saya juga gak panjang banget sampai dibawah pantat sih mak, baru dibawah pinggang dan menutup perut atas. Tp kalau dirumah jilbab saya masih ukuran standar, sekedar menutup dada aja..

      Delete
    2. Saya setuju dg bu Ida, karena jilbab panjang instan yg sekarang itu kebanyakan berbahan jatuh ya. Saya sering lihat ada ibu2 pakai itu tapi bagian dadanya membentuk itulah.. :). Jadi sih intinya menjulur sampai ke dada dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh.. :)
      Nice sharing Mbak.. :)

      Delete
    3. Iya mbak, kecuali yang bahan baju dalamnya tebal dan bukan bahan lentur juga. Tp emang ada bahan lentur yang sangat nyetak.. Kita harus selektif pilih bahan :)

      Delete
  3. Setidaknya dengan jilbab panjang, menjaga kita dari niat untuk berbuat hal yang baik. Iya kan mba... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, jilbab panjang itu salah satu bentuk perlindungan Allah untuk perempuan :)

      Delete
  4. Nice! Tulisannya sangat mewakil,Mak..Kalau mau pilih dan tau harga,kemna Mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pilih apa dan harga apa mak? :p hihi..maksudnya jilbab yg Mbak Peggy pakai ya? Saya gak jual itu :)

      Delete
  5. Setuju Mak, ketakwaan tidak selalu dapat diukur dari panjang pendeknya jilbab. Jilbab panjang menutup dada semata karena Alloh memerintahkan demikian.

    ReplyDelete
  6. Setuju.Mksh buat sharingnya mbk..semoga kita istiqomah dlm berhijab ya mbk.... :)

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. Ayo atuh mak :) pasti semakin cantik dimata Allah

      Delete
  8. doakan aku istiqomah berjilbab syar'i mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, mudah-mudahan Mbak Pudja dimudahkan Allah dalam berhijab :)

      Delete
  9. Kejewer nih mak sm postingannya, jilbab sy msh sedada, dlm perjalanan mau make yg lbh panjang sih, smbil nyicil kumpulin jilbabnya hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya mbak :) mudah-mudahan Allah memudahkan keinginan mbak ini..

      Delete
  10. Saya juga pengeeen banget, mak... baru berproses untuk lebih merapikan jilbab lagi. doakan ya mak :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mak dimulai aja :) mudah-mudahan Allah kasih hidayah supaya Mak Rosa bisa pakai jilbab syar'i, aamiin.

      Delete
  11. Saya berhijabnya masih standard, Mba. Pernah sesekali pake hijab Ibu yg gede dan panjang. Nyaman2 saja. Adem malah . . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyaman kan yaaa :) gak ribet kalau emang niat karena Allah

      Delete
  12. Alhamdulillah saya juga sudah meruba pakaian ke syar'i mak, walaupun masih turun naik imannya utk pakaian dirumah. In Shaa Allah semoga selalu istiqomah ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, saya juga pakaian rumah belum syar'i mak :p belum sampai pakai jilbab panjang seperti kalau mau keluar rumah.. Aamiin mak, mudah-mudahan istiqamah :)

      Delete
  13. Peggy Melati Sukma dan Oki Setiana Dewi, tetap cantik dan modis dengan jilbab panjang mereka.
    Saya juga lagi belajar pakai jilbab panjang, dan Alhamdulillah memang lebih nyaman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, lebih cantik malah pakai jilbab panjang :) pastinya nyaman..

      Delete
  14. Bener mak, pake jilbab gak harus nunggu hafal Quran dulu kok :D
    kayaknya persepsi itu hanya dibuat2 oleh orang2 yang gak mau pake jilbab, akhirnya yang lain ketularan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, adanya persepsi ini malah terkadang jadi alibi untuk orang yang belum mau berjilbab..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…