Skip to main content

Lebaran Idul Fitri Hari Ke 1 Tahun 2014

Pagi kemarin saya membangunkan Alia pukul lima subuh, karena kami berencana pergi ke lapangan Masjid ABRI pukul enam, untuk menunaikan ibadah Shalat Ied. Dramanya adalah saat Alia harus menangis di kamar mandi, karena kedinginan -_- padahal mandinya udah pakai air hangat dan gak cuci rambut pula. Tapi teteup aja dia kedinginan bahkan sempat agak menggigil. Langsung deh habis mandi saya gosokkin minyak telon yang banyak supaya hangat.

Drama kedua adalah saat Alia menolak memakai kerudung :p Padahal kami semua memakai jilbab, termasuk adikku yang biasanya belum berjilbab tapi untuk Shalat Ied dia mau pakai jilbab :) Meskipun melihat saya dan keluarga semua pakai jilbab ternyata Alia tetap menolak. Sempat dipakai beberapa detik, kemudian dilepas lagi. Memang sih kerudungnya agak sempit -_- Ya sudahlah, lagi-lagi saya harus menahan diri untuk berselfie dengan Alia yang berjilbab. 

Lebaran pertama saya dan keluarga pergi mengunjungi rumah saudara sepupu saya di daerah Cibeber, masih di Kota Cimahi juga. Alhamdulillaah lumayan seru :) Seenggaknya saya bisa silaturahmi dengan beberapa saudara. Menu khas lebaran orang Cimahi hampir sama dengan daerah Bandung, seputar ketupat, rendang dan opor. Tapi rendangnya orang Cimahi tentunya gak sepedas rendang orang Sumatera. 

Alhamdulillaah lebaran pertama menyenangkan. Mudah-mudahan hari ini penuh berkah dan kami semua benar-benar saling maaf memaafkan dengan ikhlas, aamiin. 

Comments

  1. Hehehe...Alia belum puas tidurnya barangkali ya? jadi serba salah...:)
    Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyaamakum.
    Mohon maaf lahir bathin ya Mak Arifah... peluk buat Alia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak sih mak, emang suka rewel aja :p
      Aamiin, maafin saya juga lahir dan batin ya Mak Mutia.
      Makasih :)

      Delete
  2. mbk,sekiranya saya ada salah kata saat berkomentar ataupun tulisan diblog,mohon maaf lahir batin....baarokalloh, salam bt alia cantik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maafin saya juga lahir dan batin ya Mbak Hana :) makasiiih..

      Delete
  3. Wah tak jadi selfie karena Alia menolak pake kerudung ya Mak? Keponakanku juga gitu kemarin, gara2 kerudungnya kesempitan dia juga menolak pake kerudung.

    Selamat Idul Fitri 1435H, mohon maaf jika selama ini banyak salah dan khilaf.
    Salam sayang untuk Alia.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih.. bisa jadi karena kesempitan jadi gak nyaman dianya :p
      Selamat hari raya Idul Fitri juga ya mbak, maafin saya lahir dan batin.
      Makasih salamnya :)

      Delete
  4. Luruskan niat, tidak untuk selfie. Wkwkwk

    Selamat lebaran ya, Mba. Mohon maaf lahir dan batin. Salam untuk Alia dan keluarga. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biarin ah selfienya juga sama anak kok :p hihi..
      Makasih ya, selamat hari raya Idul Fitri juga :) Makasiiih mbak..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …