Skip to main content

Jangan Beri Sesuatu yang Kamu pun Tak Menyukainya

Saya pernah menerima pemberian orang lain yang ternyata barang yang diberikannya itu bukan barang dalam kondisi baik. Saya tetap bersyukur alhamdulillaah. Tapi, sejujurnya ada sedikit rasa kecewa pada si pemberi, kenapa ia memberi barang yang kondisinya gak bagus. Di sini saya belajar untuk gak melakukan hal serupa pada orang lain. Maksudnya, jika saya memberi sesuatu pada orang lain usahakan itu adalah barang yang kondisinya bagus.

Kalau barang, pastikan barang itu masih dalam kondisi yang layak untuk dipakai. Kalaupun barang yang kita berikan pada orang lain itu sudah dalam kondisi bekas atau ada cacatnya, sebaiknya kita beritahukan lebih dulu pada si penerima. Bisa juga kita tanyakan dulu apakah ia mau menerima barang itu (tawari lebih dulu). Jadi, jangan sampai kita memberi barang yang gak bermanfaat bagi orang lain.

Begitu pula untuk makanan, jika kita ingin memberi makanan pada orang lain, berilah makanan yang masih dalam kondisi baik untuk dimakan. Jangan memberi sesuatu yang kamu pun gak suka memakannya, misal : hampir busuk atau rasanya gak enak. Sebaiknya sih, kita gak memberi makanan yang kita sendiripun belum pernah mencobanya dan gak tau gimana rasanya. Kecuali untuk makanan yang memang kita udah yakin bagaimana rasanya.

Berilah sesuatu yang menyenangkan hati orang lain, jika tak mampu maka jangan beri sesuatu yang bisa jadi mengecewakan hati orang lain :)

Comments

  1. Saya juga pernah mengalami,Mak... Dapat makanan yang baru keluar dari kulkas sudah berjamur. Saya tau dia tak bermaksud memberi makanan buruk, tapi ketidak telitiannya bikin penerima jadi kurang enak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ada rasa sedikit kecewa jadinya mak.. tapi jd pembelajaran buat kita ya ;)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…