Skip to main content

Kebutuhan Anak Nomor Satu

Dulu waktu masih lajang alias masih gadis, kalau mau beli ini itu rasanya lebih gampang deh. Maksudnya, saat saya memutuskan untuk membeli barang A atau B atau C gak seperti sekarang yang lebih banyak pertimbangannya. Kalau pengen baju ya beli, lagi pengen beli tas ya beli, pengen beli sepatu ya beli, dan seterusnya. Pokoknya gak ada beban apapun lah, mau beli ini itu untuk diri sendiri.

Kalau sekarang, pengen beli baju inget kebutuhan Alia, pengen beli tas inget kebutuhan Alia, beli sepatu juga sama..inget kebutuhan Alia dulu. Jadi, seringnya saya mikir gini.."ah, daripada beli baju saya, mending buat baju Alia dulu", hihi..alhasil saya kalau mau beli sesuatu lama banget mikirnya dan berakhir dengan gak jadi beli :p

Waktu sebelum saya nikah, teman sih udah ada tuh yang bilang soal ini. Katanya, nanti mah kalau udah punya anak pasti mau beli apa-apa tuh mikirnya anak dulu. Eh, ternyata sekarang saya ngalamin :) Asyik juga lho, jadi gak boros kan yaaa. Akhirnya saya dipaksa berhemat, karena setiap mau beli barang lama mikirnya dan banyak pertimbangan.

Setelah punya anak, kebutuhan anak nomor satu. Kebutuhan saya nomor sekian lah, eh..kadang-kadang tetap nomor satu siiih :p hihi, kadang-kadang banget lho. Rasanya, kalau kebutuhan anak terpenuhi, itu udah lebih dari cukup untuk bikin kita happy kok. Sebaliknya, sekalipun saya punya baju baru, sepatu dan tas baru, tapi kebutuhan anak gak tercukupi rasanya malah beban. Tapiii, yang paling enak sih ya kebutuhan anak tercukupi, kebutuhan saya tercukupi :) aamiin.

Comments

  1. Wkwkwk sama mak...
    Apa apa inget anak akhirnya saya ga beli apapun buat diri sendiri *Nasib* ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, gak apa ya mak..kebutuhan anak emang nomor satu kan ya..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…