Skip to main content

Males Naik Ojek

Sumber foto dari sini 

Saya paling males yang namanya naik ojek. Alhasil, saya lebih memilih berjalan kaki daripada saya harus naik ojek. Rasanya gak nyaman aja harus naik motor berdua sama orang lain, ditambah lagi bukan mahramnya. Risih aja harus nempel-nempel gitu :p hihi, naik ojek gak kaya naik taksi atau angkot kan ya yang bisa jauhan sama supir *yaiyalah*. 

Lain hal kalau pengendara ojeknya perempuan kayanya saya mau. Sayangnya di Cimahi saya belum nemu nih pengendara ojek perempuan. Harusnya sih, dan sebaiknya..pengendara ojek itu memang ada lelaki dan perempuan, jadi gak ada tuh non mahram berduaan naik motor :) Harusnya siiih. Sebenarnya udah ada ya pengendara ojek perempuan, tapi jumlahnya langka. 

Saya naik ojek paling kalau benar-benar terpaksa, gak ada pilihan lain. Kaya dulu jaman saya kerja di Padalarang, pernah juga beberapa kali saya naik ojek karena lembur malam, gak ada jemputan kantor dan gak ada orang rumah yang bisa jemput :( sedangkan jarak dari kantor ke tempat lewat angkot jauh banget, ya terpaksa deh harus naik ojek. 

Ini nih sedikit tips buat kamu yang sering naik ojek : 
Kalau naik ojek dan pengendaranya lelaki, duduklah dalam posisi menyamping (bukan menghadap pengendara ojek). Sebelum naik jangan lupa untuk bertanya lebih dulu berapa biayanya, kalau terasa mahal boleh kok ditawar. Bagusnya sih kalau kita udah tau kisaran harganya, supaya gak dikasih mahal :p Jangan lupa juga untuk memastikan si pengendara ojek ini tahu pasti alamat yang kita tuju, supaya gak sampai ada drama muter-muter. Sebelum berangkat / jalan jangan lupa untuk berdoa dulu dan meminta pengendara ojek supaya berhati-hati dan gak pake ngebut :) 

Comments

  1. Nyaman kalau tukang ojeknya perempuan. Di Bogor ada, tapi dia tidak rutin.
    Memang jalan kaki yang terbaik, bikin sehat dan ujung baju selamat dari oli. Tapi tak bisa dihindari kalau sudah kepepet.

    ReplyDelete
  2. saya suka naik ojek kalo pulang dari pasar plus bawa belanjaan yg lumayan byk,sebenarnya sih lokasi pasar dari rumah deket cuma lwt beberapa blok aja,masalah'y syafieq suka minta digendong trus,jdi riweuh gitu mak... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, rata-rata orang naik ojek karena pengen praktis dan cepet sampai tujuan :)

      Delete
  3. sama mba,..kalo ga terpaksa banget, saya ogah naik ojek. apalagi pernah dapat pengalaman ojek ugal-ugalan..lebih baik saya jalan kaki sambil berdoa. syukur banget, pas jalan dalam kegelapan, ada orang kasihan sama saya, diboncengkan naik sepeda onthel..jadi ojek sepeda deh (teteup doa utama, takut diapa-apakah hiiiiiii)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, sama kaya saya Mak Ketty, saya juga suka parno gitu :p

      Delete
  4. jadi pengin jadi ojek perempuan nih...laris kyknya he3...becanda ...mksh sharenya mak:) kunjungi blogku ya http://prananingrum.blogspot.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …