Skip to main content

Membeli Barang Saat Butuh

Sumber gambar dari sini

Saat kita membeli sebuah barang, pasti ada alasan atau dorongan yang membuat kita kemudian membelinya. Alasan itu bisa karena sebuah keinginan, kebutuhan, atau karena tergoda promo diskon dan sejenisnya. Kalau saya lebih banyak karena alasan kebutuhan. Makanya barang-barang saya terbilang sedikit. Baju, sepatu, tas dan barang lainnya hanya saya miliki dalam jumlah terbatas. 

Maka dari itu saya gak punya koleksi apapun, karena kalau seseorang mengkoleksi sesuatu dia membeli barang lebih sering karena faktor keinginan bukan kebutuhan. Pokoknya kita suka ya dibeli, padahal belum tentu barang itu kita butuhkan. Tapi gak semua orang yang gemar mengkoleksi sesuatu, ia membeli barang karena faktor keinginan semata sih.. 

Dulu saya sempat hobi mengkoleksi perangko bekas. Berhubung perangkonya bekas, berarti gak perlu beli kan :) Tapi hobi ini hanya bertahan beberapa tahun aja, lama kelamaan saya mulai bosan. Akhirnya hobi ini saya tinggalkan tanpa jejak. Saya sampai lupa kemana akhirnya perangko-perangko koleksi saya -_-

Kembali ke judul.. Sebenarnya yang paling ideal ya kita membeli barang memang disaat kita benar-benar membutuhkannya, bukan hanya sekadar keinginan tanpa didasari kebutuhan. Tapi faktanya, kita kerap membeli sesuatu hanya didasari keinginan aja. 

Misalnya, beli tas baru padahal tas yang kita punya jumlahnya udah belasan dan dalam kondisi layak pakai, beli baju baru hanya karena kita tertarik dengan diskon padahal kita udah punya baju dengan model yang sama, hanya beda merek. Bisa juga saat kita membeli beraneka menu buka puasa dalam jumlah banyak, karena tergoda dengan baunya atau saat kita melihat orang lain memakannya, padahal di rumah udah disiapkan makanan berbuka.

Pernah seperti itu?? Saya juga pernah kok :p Biasanya saat membeli makanan. Kalau untuk sandang, saya lebih bisa menahan diri, kalau memang belum butuh ya saya gak beli. 

Comments

  1. Kl mkann iya krn hobi jln2 n kuliner.tp kl sandang g mbk g tau dr dlu baju seadanya dan g suka beli2 gitu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kalau makanan suka gak bisa nahan :p padahal udah kenyang / dirumah lagi ada makanan, tapi pas liat jajanan pengen teteeep..

      Delete
  2. hihihi,, kayak baju lebaran ya, kita enggak btuh baju lebaran karena udah saktumpuk di lemari hehhee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, kalau di lemari masih banyak baju-baju bagus gak mesti beli baju lebaran :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …