Skip to main content

Nyaman di Hati Nyaman di Pakai

Saya termasuk orang yang gak terlalu ribet memilih pakaian. Pokoknya diusahain pakaian itu mendekati syar'i, ini udah cukup. Kalau syar'i sempurna saya belum mampu rasanya, jadi mendekati dulu lah. Inipun untuk pakaian luar rumah, kalau untuk pakaian di dalam rumah saya masih jauh dari syar'i. Kaos kaki belum pakai, jilbab masih suka pakai yang agak menerawang, masih suka pakai celana yang agak pas, dan atasan juga kadang gak terlalu longgar. Tapi, kalau keluar rumah diusahain mendekati syar'i.

Saat membeli baju saya gak terlalu ribet soal merek, model, warna, kain apalagi trend yang lagi booming saat ini. Maksudnya, gak harus yang begini atau begitu, yang penting mendekati syar'i agar nyaman di hati, dan nyaman dipakai. Nyaman dipakai artinya saya ngerasa enak memakainya. Meskipun pakaian itu terlihat sederhana dan old fashion, tapi kalau hati dan badan saya nyaman memakainya ya saya akan tetap suka.

Koleksi baju saya gak banyak, karena saya paling gak suka numpuk-numpuk pakaian dalam jumlah berlebih. Cukuplah sekitar dua puluhan pasang baju, untuk baju tidur, baju rumah, dan baju bepergian. Jadi, saya memang terbilang jarang beli baju. Paling setahun satu atau dua kali saya beli baju. Sekali beli pun gak lebih dari tiga pasang. Di lemari, baju saya hanya ada dua tumpukan.

Dalam berpakaian yang penting nyaman di hati dalam arti sesuai dengan tuntunan Islam, dan nyaman dipakai dalam arti enak saat kita memakainya. Gak perlu mengikuti trend, gak perlu bermerek, dan gak perlu yang terlalu mahal :) 

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…