Skip to main content

Percaya Diri dengan Banyak Bersyukur

Waktu remaja, saya terbilang kurang percaya diri. Saya lumayan sering dihinggapi rasa minder, terutama saat melihat orang lain yang memiliki sesuatu yang saya gak miliki. Rasanya hati menciut gitu, merasa kecil  -_- Alhamdulillaah gak parah sih, gak sampai membuat saya bener-bener gak pedean. Tapi ya, rasa gak pede yang suka muncul ini cukup membuat saya gak bisa jadi diri sendiri.

Kalau lagi merasa minder tuh kayanya saya berasa lagi jadi orang lain, gak bisa nunjukkin diri saya yang sebenarnya. Bukan gak bisa sih, tapi ketutup sama rasa minder itu. Pokoknya rasa minder itu gak positif deh, bisa merugikan -_- Jadi, jangan sampai dipelihara ya.

Menurut saya rasa minder itu timbul karena kita kurang bersyukur, kita merasa apa yang Allah kasih pada kita itu kurang. Entah itu dari segi materi, rupa fisik, kecerdasan, status sosial, ataupun hal-hal lainnya yang kurang kita syukuri. Saat kita kurang bersyukur, otomatis kita merasa apa yang kita miliki kurang berharga. Kita merasa apa yang kita miliki gak ada apa-apanya dibanding yang orang lain miliki.

Disinilah pikiran kita hanya fokus pada apa yang ada pada orang lain, dan melupakan apa yang kita miliki. Padahal Allah Maha Adil, apa yang Allah berikan pada setiap hambanya pasti ada hikmahnya, dan semua ada ukurannya masing-masing. Kalau kita diberi sedikit, sedangkan orang lain diberi lebih banyak, ini bukan berarti Allah gak adil. Di dalamnya pasti ada keadilan, yang kita seringkali gak bisa menyadari dan melihatnya.

Alhamdulillaah semakin saya dewasa, kepercayaan diri saya mulai tumbuh. Sekarang saya udah jaraaang banget merasa minder, malah hampir gak pernah :) Saya berusaha banyak bersyukur atas semua yang Allah berikan. Kelebihan orang lain dalam hal materi, fisik, keahlian, dan lain-lain, insya Allah gak membuat saya minder. Saya berusaha meyakini bahwa apa yang Allah berikan pada saya adalah yang teeerbaik buat saya. 

Ketika kita bersyukur, kita menghargai apa yang Allah berikan. Disaat kita menghargai apa yang Allah berikan, gak ada alasan untuk kita merasa berkecil hati atau minder, karena kita yakin diri kita berharga dihadapan-Nya. 

Comments

  1. setuju banget mbk,semoga kita selalu menjadi orang yg selalu bersyukur dgn apa yg sudah Allah beri :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …