Skip to main content

Sembuh Tanpa Obat

Beberapa hari terakhir, saya agak mpot-mpotan nulis blog :p Kemaren malah saya gak sempat nulis, dan niat mau nulis tadi pagi juga gak sempat. Tadi pagi malah googling tentang batuk pada batita. Soalnya tadi pagi saya rencananya mau beli obat batuk nih untuk Alia. Tapi, saya sempat ragu-ragu. Makanya saya coba googling dulu mengenai harus atau gaknya batita batuk diberi obat.

Beberapa hari ini Alia agak batuk dan badannya kurang fit, tapi alhamdulillaah gak parah. Alia masih bisa minum susu meski gak sebanyak biasanya, masih bisa makan meski suka gak habis atau kadang muntah, dan masih bisa bermain meski sesekali tampak kurang ceria. Biasanya batuknya meningkat di malam hari dan pagi hari setelah bangun tidur. Kalau siang dan sore batuknya sedikit. 

Ini sudah hari ke 5 Alia batuk dan Alia belum saya kasih obat, apalagi ke dokter. Eh, bukan berarti saya cuek ya. Justru saya sangat concern pada sakitnya Alia, hingga saya merasa harus sangat berhati-hati dalam menentukan saya harus kasih apa, apa yang boleh dan gak boleh, kapan saya harus kasih obat, dan kapan saya harus membawa Alia ke dokter.

Mungkin sebagian orang gak sependapat dengan saya. Ada yang berpendapat anak sakit harus kasih obat, harus ke dokter, dan saya menghargai mereka yang berpendapat demikian. Toh, semua pilihan orangtua ada ditangan orangtua itu sendiri. Mereka yang bertanggung jawab penuh atas anaknya. Jadi apapun pilihan orangtua, apakah anaknya dikasih obat atau dibawa ke dokter ya itu pilihan. 

Eh tapi, gak berarti setiap Alia sakit saya gak bawa ke dokter lho. Waktu Alia sakit mata bintilan sampai ada nanahnya, saya bawa ke dokter juga, karena gak mungkin bisa sembuh tanpa obat. Karena saya juga gak mau sembarang kasih obat -apalagi untuk sakit mata- ya akhirnya saya bawa ke dokter mata. Dan sempat juga Alia demam pas lagi sakit mata, akhirnya saya bawa juga ke dokter anak, sebab saat itu saya lihat kondisi Alia juga kurang fit karena sakit matanya. 

Saat saya merasa anak saya gak perlu ke dokter, karena feeling saya mengatakan Alia masih kuat tanpa harus saya kasih obat maupun ke dokter, ya saya pilih untuk merawat Alia tanpa bantuan obat ataupun dokter. Misalnya, saat sakit demam (bukan demam tinggi), saat pilek, masuk angin, dan sekarang batuk. Tapi sebenarnya, kemaren-kemaren saat awal Alia batuk, saya juga sempat agak panik. Saya khawatir, karena sebelumnya Alia belum pernah batuk kaya gini. Sebelumnya kalau batuk paling sedikit, dan tanpa dahak. Rencananya, kalau di hari ke 5 Alia masih batuk dan terlihat gak fit, saya putusin untuk bawa Alia ke dokter.

Nyatanya, alhamdulillaah sekarang Alia udah jauuuh lebih baik, tinggal batuk sedikit. Suhu badannya udah normal dan stabil, lidahnya udah gak putih kaya kemarin-kemarin, matanya udah gak kuyu, perutnya udah gak kembung, makannya udah normal tanpa muntah, dan Alia udah cereweeet seperti biasanya :D ah senangnya. Alhamdulillaah makasih Ya Allah. Alia bisa sembuh tanpa obat dan tanpa harus ke dokter :) Mau tau gak apa yang saya lakukan supaya Alia bisa sembuh dari sakitnya kali ini? Insya Allah saya bahas di postingan berikutnya ya.

Bersambung ah..

Comments

  1. Cepat sembuah ya Alia..biar bisa main lagi...sun sayang dari kami..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang tinggal batuknya dikit :) makasih semuanyaaa..

      Delete
  2. Tak perlu panik jika anak mengalami batuk, jika masih dalam satu minggu, atau batuknya tidak ada sesak. Cukup beri obat batuk yang paling aman untuk anak, yaitu sari jeruk nipis. Tetapi jika ada gejala lain seperti sesak, demam tinggi, lama sakit lebih dari satu minggu, barulah diberi obat dan antibiotik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya gak pakai jeruk nipis, anak saya gak doyan yang asem-asem :p Jadi pakai madu :)
      Trims ya infonya..

      Delete
  3. kunjungan perdana, salam perkenalan dan selamat menunaikan ibadah puasa. silahkan berkunjung balik ketempat saya, , barangkali berminat saya punya banyak vcd pembelajaran anak2, sangat cocok sekali untuk mengasah kecerdasan dan kemampuan anak serta membantu mendidik ,membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan ditunggu kunjungan baliknya, mohon maaf bila tdk berkenan ^_^ terima kasih

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…