Skip to main content

Seorang Ibu Harus Telaten

Sumber foto dari sini

Sebagai seorang ibu seringkali kita dituntut untuk telaten terhadap anak. Salah satunya dalam hal makan. Gak sedikit anak-anak yang susaaah banget makan. Malah ada juga yang gak hanya makan saja yang susah, tapi juga minum susu. Repot kan ya? Pusing kan ya? Seorang ibu yang menginginkan anaknya tumbuh dengan sehat dan dengan gizi yang baik, tentunya gak bisa bersikap acuh menghadapi anak yang susah makan dan minum susu seperti ini. 

Saya bersyukur alhamdulillaah, Alia terbilang gak susah makan dan minum susunya. Tapi bukan berarti Alia gak pernah saya cereweti saat tiba waktu makan atau minum susu. Seringkali juga saya harus benar-benar membujuknya supaya mau makan. Saat makanpun 'drama' belum berhenti, seperti : makan diemut, makan sambil bolak-balik kesana-kemari, makan sambil mainan, dan lain-lain. 

Begitupun saat minum susu, Alia masih jarang mau pegang gelas susunya sendiri. Habisnya pun kadang lamaaa deh. Jadi minumnya seteguk dua teguk berhenti, beberapa menit kemudian minum seteguk dua teguk berhenti lagi, begitu seterusnya. Segelas susu kadang bisa sampai berjam-jam baru habis. 

Disinilah ketelatenan kita sebagai seorang ibu diuji. Saat anak kita bersikap 'sulit' saat makan dan minum susu, sebaiknya seorang ibu memang harus membujuk anaknya supaya ia tetap mau makan dan minum susu. Bagaimanapun kesehatan dan gizi anak yang masih dalam masa pertumbuhan harus diperhatikan dengan baik. Pastinya ini tanggung jawab kita sebagai ibu kan ya :) 

Jadi, jangan bersikap acuh (kalau anak gak mau makan yowis, gak mau minum susu yowis), tapi berusahalah untuk telaten menyikapi anak yang susah makan. Jika kamu seorang ibu, dan kamu sungguh-sungguh menginginkan yang terbaik untuk anak dan kemudian kamu mengusahakannya, maka kamu akan menemukan caranya. Semangat !!! 

Comments

  1. Alia minum susu apa? Saya baru dapat bingkisan, isinya susu. . . :D


    Butuh ke sabaran untuk mencapai tlaten ya, Mba. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. MInum Dancow sekarang :) tapi Alia cocok aja kalau pakai merek lain.. Mau di lelang susunya? Sini :p Iyaaa, banget sabarnya..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …