Skip to main content

Tiba-tiba Pengen Pintar Masak

Sumber foto dari sini

Beberapa waktu belakangan saya tiba-tiba kok pengeeen banget bisa pintar masak, :p padahal sebelumnya saya gak terlalu minat sama masak-memasak. Dalam pikiran saya perempuan pintar masak itu kan gak wajib toh.. Apalagi kalau kita punya suami yang gak mempersoalkan soal ini. Jadi ya santai aja lah, pintar masak atau gak no problemo, yang penting mah bisa aja udah alhamdulillaah.

Seperti saya ini, gak pintar masak tapi ya bisa lah masak kalau cuma sekedar tumis menumis, gorengan, bihun goreng / mie goreng, bikin sop, ayam krispy, sampai rendang juga saya bisa kok, meskipun sekarang udah lupa cara-caranya :p heee..lama gak dipraktekkin. Soal rasa, ya lumayanlah kalau lagi lapar mah :D *ooops*.

Tapi akhir-akhir ini saya suka mikir, kalau saya pintar masak kayanya lebih enak deh :) Apalagi peran saya sebagai seorang ibu mengharuskan saya memberikan yang terbaik bagi anak, salah satunya dalam hal makanan. Saya pengen kalau Alia udah mulai sekolah nanti, ia gak harus jajan di sekolahnya. Jajanan di luar kan kita gak tau kebersihan dan kesehatannya. Mana sekarang lagi ngetrend kan ya makanan ditambah-tambahi zat-zat kimia berbahaya. Ngeri deh, kalau sampai jajanan kaya gitu dimakan sama anak-anak kecil yang masih dalam usia pertumbuhan.

Maka dari itu, saya pengen bisa bawain Alia bekal setiap harinya. Supaya waktu jam istirahat di sekolah, Alia gak usah jajan tapi makan bekal yang dibawa dari rumah. Nah, masalahnya..saya pengen kalau bekal itu adalah hasil masakan saya. Rasanya bakal bangga deh kalau anak senang dengan makanan yang kita buat dengan bumbu cinta :) 

Jadilah akhir-akhir ini saya mulai suka buka-buka blog tentang aneka resep masakan. Saya bookmark resep-resep yang sehat, mudah dan saya suka :p kan kalau kita masak makanan yang kita emang suka pastinya lebih semangat dong ya. Jadi, kapan dong saya mau mulai belajar masak lagi??? Hmmm, kapan yaaa.. Nanti nunggu mood belajar masaknya muncul kembali.. Iyaaah *pembaca bubar* -_-

Comments

  1. Hihihi. ternyata kita sama. Gak jago masak, doyan koleksi resep tapi jarang praktekin atau tidak pernah sama sekali resep tertentu yang rumit.
    *Ikut bubar usai baca dan komen. :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, suka seneng aja gitu cari-cari resep yang enak..tp giliran masak beneran suka maleees :p

      Delete
  2. sama mbak...mau mengalahkan rasa malas nih....dan pengen bs rajin dan pintar masak..

    ReplyDelete
  3. Saya jg lg bljr masak..cb aja buka foodblogget..eh kl bt anak2 cb buka chefbyaccident.com non msg juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Mak Hanna sih udah pintar nih, udah bisa masak beraneka resep :) Makasih mak infonya..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…