Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2014

Menulis di Blog Itu Gak Sulit

Menulis di blog itu sebenarnya bukan sesuatu yang sulit kok, tapi juga bukan sesuatu yang mudah dilakukan dalam waktu-waktu tertentu. Misalnya, saat kita merasa buntu ide. Tangan udah siap di atas keyboard, tapi otak gak jalan alias mandek, hehe..kamu pernah ngalamin? Saya pernah lah, pastinya :p Kayanya sih, semua penulis pernah ya ngalamin hal kaya gini.

Meskipun blog saya, saya tulisin hampir tiap hari, tapi gak berarti saya gak pernah merasa mandek ide. Kadang, suka juga ngalamin 'bingung' mau nulis apa yaaa  -_-  Nah, kalau udah kaya gitu sih saya biasanya cari-cari ide yang simple di otak saya, terus saya tulis deh :) Gak perlu mikir ini bakal dibaca orang atau disukai orang, yang penting tulisan ini bermanfaat buat saya tulis dan saya enjoy nulisnya.

Toh, ini kan blog pribadi saya. Jadi, saya ingin menulis sesuatu yang memang saya ingin menuliskannya dan nyaman mempublikasikannya. Lain hal kalau saya nulis review atas permintaan klien, tentu saya gak bisa menulis seenak j…

Lelaki Mengagumkan

Buat saya, lelaki yang mengagumkan itu adalah lelaki yang sanggup memperlakukan setiap wanita dengan baik. Bukan hanya pada ibunya, istrinya, atau saudaranya, tapi juga pada tetangga, teman, ataupun wanita yang baru saja ditemuinya. Mereka bisa menghargai, menghormati, dan melindungi wanita.

Dalam Islam wanita itu dimuliakan, maka dari itu seorang lelaki seharusnya memang bisa memuliakan wanita, terutama wanita terdekatnya, yaitu ibu, istri, dan saudaranya. Bahkan seorang suami diambil janjinya (dalam pernikahan / setelah Ijab Qabul) agar memperlakukan istrinya secara ma'ruf (baik). Ini ada dalam Shigat Taklik.

Selain itu. ada satu kriteria lagi yang membuat seorang lelaki itu mengagumkan buat saya. Yaitu jika seorang lelaki memiliki sifat penyayang terhadap anak-anak. Mereka juga begitu peduli dan perhatian pada anak-anak. Bukan hanya anak kandungnya saja, tapi pada setiap anak-anak yang ada di dekatnya atau yang ia temui.

Lelaki dengan kedua kriteria itu, pastinya adalah lelaki yan…

Senangnya Silaturahmi Lagi

Kemarin alhamdulillaah dapat kesempatan lagi untuk ketemuan sama teman zaman saya kerja dulu. Tepatnya, teman kerja di kantor terakhir saya bekerja sebelum menikah. Gak jauh-jauh sih ketemuannya, masih di sekitar Cimahi :) Kita ketemuan di salah satu tempat belanja di Cimahi. Ini juga gak lama ketemuannya, hanya beberapa jam aja. Tapi udah seneeeng deh, bisa ketemu lagi sama mereka. 
Pertemuan seperti ini bisa dibilang jarang banget buat saya. Terakhir saya ketemuan sama mereka pun kurang lebih setahun yang lalu. Banyak teman-teman saya yang udah hilang kontak, atau paling hanya sekadar bertegur sapa di facebook, tanpa ada acara ketemuan. Apalagi teman-teman zaman SD, SMP, atau SMA banyak banget yang udah gak kontakan lagi.
Tapi alhamdulillaah dengan adanya perkembangan dunia sosial media, ini memudahkan kita untuk berinteraksi dengan teman lama di manapun berada. Teman yang udah lamaaa banget kita gak ketemu dan hilang kontak, bisa kita temuin di facebook. Bisa juga teman dekat yang ti…

Perjodohan

Pernah gak kamu dijodoh-jodohkan dengan seseorang? Biasanya ini dilakukan oleh orangtua atau wali kita sendiri. Saya pernah dulu mengalami yang namanya dijodohkan *tapi bukan dengan mantan suami*. Dulu mama saya sempat mencoba menjodohkan saya dengan seseorang. Kamu tau gimana rasanya? Awalnya gak enak banget  -_-  Malah awalnya saya sempat menolak untuk dijodohkan.

Sebenarnya bisa dibilang mama saya gak salah kok menjodohkan saya. Namanya orangtua kan pengen anaknya bahagia dalam pernikahan, dapat pasangan yang terbaik, punya kehidupan rumah tangga yang baik. Maka dari itu orangtua berusaha mencarikan jodoh buat anaknya, kemudian menjodoh-jodohkannya dengan orang yang dianggapnya memenuhi kriteria.

Tapi, di sisi lain orangtua kadang kurang memahami bahwa setiap anak memiliki pemahaman atau karakter yang berbeda-beda. Ada yang suka dengan perjodohan yang dilakukan oleh orangtua, tapi ada juga yang sebenarnya gak suka dijodohkan seperti itu. Setiap anak yang sudah dewasa pasti mempunyai …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Alia Susah Tidur Siang

Gak tau kenapa, tapi Alia tuh beberapa bulan terakhir susah diajak tidur siang. Sementara emaknya demen banget sama yang namanya tidur siang, :p hehe.. Padahal waktu usia Alia masih di bawah tiga tahun, yang namanya tidur siang itu jadi semacam rutinitas. Apalagi zaman Alia masih pakai empeng, pokoknya begitu dikasih empeng, ya langsung deh bobo dengan nyenyaknya :)

Nah, saat Alia mulai memasuki usia dua tahun, saya berniat untuk melepaskan dia dari empengnya. Alhamdulillaah usia dua tahun Alia udah gak pakai empeng lagi. Eh, tapi sejak itulah Alia mulai agak susah tidur siangnya. Jadi, kalaupun mau diajak tidur siang, meremnya tuh lamaaa banget. Akhirnya emaknya duluan yang merem, hihi..

Tapi awal-awal sih, Alia masih mau nih diajakin tidur siang, meski meremnya lama ampun. Lama-kelamaan meremnya makin lama dan lama, sampai akhirnya Alia susah banget diajakin tidur siang. Dan sekarang selalu menolak kalau diajak tidur siang, alhasil emaknya tidur siang sendiri, -_- *emak pellor*.

Sement…

Kok, Jadi Suka Siiih...

Postingan ini bukan cerita tentang suka-sukaan sama cowok lho ya :p Tapi, suka sama drama India yang di ANTV itu lhooo, huaaa..sesuatu yang pada awalnya justru gak saya suka  -_-  Jadi, awalnya di rumah yang nonton drama India itu mama. Terus lama kelamaan adik saya juga ikut deh, kebawa sama mama suka ikut nonton drama India juga. Nah, saat itu saya suka heran, kok pada suka nonton drama India semacam Mahabharata gitu sih. Apa bagusnya coba, kesannya kok jadul gitu *underestimate pisan*.

Pernah sih saya coba sekali dua kali ikutan nonton. Dan, glek! Gak ada yang menarik  -_-  *masih underestimate*. Palingan saya suka ikutan nonton beberapa menit, kalau pas nemenin Alia minum susu di malam hari. Tapi gak niat ngikutin, dan gak pernah nyengajain nonton. Sampai akhirnya, muncul lah satu, dua, hingga tiga pertanyaan dari mulut saya akibat saya penasaran sama jalan ceritanya. Kenapa sih Duryodhana itu jahat sama Pandawa, kenapa sih Sangkuni jalannya pincang, kenapa sih Krishna itu sakti, d…

Online Shop and Content Writer

Dunia online shop dan content writer adalah dua bidang yang saya kerjakan untuk mendapatkan uang selama beberapa bulan ini. Eh, kalau online shop udah lama sih, cuma suka gak konsisten. Jadi ada berhentinya selama beberapa minggu atau bulan :p *timpuk* Nah, kalau content writer memang baru saya mulai beberapa bulan lalu.

Sebenarnya, keduanya banyak memiliki perbedaan ketimbang persamaan. Persamaannya sih, sama-sama bekerja menggunakan komputer, sama-sama membutuhkan sosial media dalam bekerja, dan sama-sama bisa saya kerjakan dari rumah. Tapi bedanya lebih banyak nih, di online shop saya menjual barang, di content writer saya menjual content. Di online shop pendapatan saya per hari gak menentu, sedangkan content writer udah ditentuin bayaran per kontraknya berapa. 


Online shop lebih banyak ngurus konsumen dan orderan, kalau content writer lebih banyak cari materi content dan nulis content. Online shop lebih mudah jenuh karena kerjaannya suka monoton apalagi kalau lagi sepi order, sedang…

Jangan Lupa Bawa Pembalut

Alhamdulillaah siklus menstruasi saya rutin tiap bulannya. Soalnya yang saya tau, ada juga para wanita yang gak keluar menstruasi rutin tiap bulan. Jadi bisa keluar dua bulan sekali atau tiga bulan sekali, padahal gak dipengaruhi oleh obat KB (keluarga berencana), yang memang diketahui bisa menyebabkan siklus menstruasi gak lancar pada sebagian wanita. 

Meski rutin tiap bulan keluar, tapi tanggalnya memang gak selalu sama. Ada kalanya maju beberapa hari atau mundur beberapa hari. Tapi sejak bulan lalu, tanggal mestruasi saya maju lumayan banyak. Tepatnya maju 6 hari. Ya, tanggal keluarnya menstruasi pada tiap wanita setiap bulannya, memang gak bisa diprediksi. Bisa maju, mundur, atau sama dengan bulan sebelumnya. 
Kalau untuk work at home mom seperti saya sih rasanya gak terlalu jadi masalah ya mau keluarnya maju, mundur, atau tetap. Tapi buat para wanita yang bekerja di luar rumah, di mana sebagian besar aktivitas hariannya dilakukan di luar rumah, maka ada satu hal yang harus diperhat…

Tips Memilih Hadiah

Suka bingung gak kalau mau beli hadiah buat orang lain? Mikirin mau ngasih apaaa gitu lama. Kalau saya malah lebih cepet milih hadiah untuk diri sendiri, hihi.. Soalnya saat kita mau ngasih hadiah ke orang lain kita tentu mikirin apa yang dia suka, apa yang dia mau, selain itu kita juga mikirin apa dia suka dengan hadiah yang kita kasih, apakah cocok, apakah pas.

Agak ribet memang -_- apalagi kalau hadiahnya kita tujuin buat orang spesial, wiiiw..lebih pusing lagi deh. Eh, tapi saya sih gak pernah ngalamin tuh, ribet milih kado buat orang lain. Karena saya punya beberapa kriteria dalam memilih hadiah. Mau tau? Ini dia :

Pertama, pilihlah hadiah berupa barang yang memang dibutuhkan oleh penerima hadiah. Misalnya, dia lagi butuh sepatu, kemeja, atau jam tangan baru. Gak perlu yang mahal juga bisa kok, gimana kalau kaos kaki, sapu tangan, atau gantungan tas? Harganya masih banyak yang terjangkau kan ya :)

Kedua, pilihlah hadiah yang disuka oleh penerima hadiah. Jangan sampai deh kita beli …

Kenapa Alia Gak Ditindik?

Waktu Alia masih bayi, ada orang-orang yang bertanya pada saya, kenapa Alia gak ditindik dan dipakaikan emas. Biasanya saya jawab sekadarnya. Sebenarnya alasan utama saya belum menindik Alia hingga sekarang, bukan karena saya gak mampu beliin Alia emas, tapi ada alasan-alasan lain.

Pertama, saya gak mau melukai telinga Alia dengan menindiknya hanya untuk dipakaikan perhiasan. Bagi saya persoalan seorang anak pakai anting atau gak itu adalah hak penuh anak itu sendiri. Jadi kalau Alia udah besar nanti, ia mau pakai anting baru lah telinganya ditindik.

Kedua, saya gak mau memakaikan emas ke Alia saat ia masih kecil. Saya khawatir ini bisa jadi menarik perhatian orang lain yang punya niat gak baik. Ini sebabnya saya lebih suka memakaikan Alia aksesoris yang bukan emas.

Ketiga, saya rasa kok gak ada manfaat yang benar-benar mengharuskan saya menindik telinga Alia di saat dia masih kecil. Kalau alasannya cuma karena ingin menandakan bahwa ia anak perempuan, sebagaimana pendapat orang zaman da…

Malapraktik Lagi

Kemarin baca berita tentang anak batita yang diduga menjadi korban malapraktik. Batita itu awalnya hanya sakit demam, namun berakhir dengan kebutaan setelah dirawat selama hampir dua minggu di rumah sakit. Selama dirawat batita itu diberi cairan infus, yang awalnya dipasang di tangan sampai akhirnya dipasang di kening. Saya baru tau loh, ternyata infus bisa dipasang di kening -_-

Salah satu yang bikin saya kaget adalah karena kejadiannya terjadi di rumah sakit di Cimahi, yaitu RS. Cibabat. Saya juga pernah sekali ke sana, waktu itu saya nganter mama periksa mata untuk ganti kacamata. Pelayanannya memang gak memuaskan buat saya. Susternya kurang ramah, dan kurang teliti.

Jadi waktu itu mama minta pada suster, supaya lensa kacamatanya nanti diresepkan yang model progresif (dua lensa minus dan plus disatukan dalam satu lensa). Saat mama diperiksa dokter, mama sempat bilang lagi kalau pengen lensa kacamata yang progresif. Eh, dokternya sempat heran karena di kertas hasil periksa oleh suster…

Sarapan Paling Praktis

Kamu rutin sarapan? Saya iya. Sejak kecil saya udah dibiasakan untuk selalu sarapan. Alhamdulillaah saya punya mama yang memang mengajarkan pada saya betapa pentingnya sarapan, dan beliau juga mencontohkan pada saya untuk selalu sarapan. Buat saya, sarapan itu waktu makan yang lebih penting dibanding makan siang atau sore. Karena makan di pagi hari sangat menentukan baiknya kinerja tubuh kita dalam beraktivitas seharian. 
Beberapa tahun terakhir ini saya lebih memilih sarapan roti dibanding nasi goreng, kue, apalagi mie instant. Menurut saya roti adalah menu sarapan paling praktis. Saya butuh waktu gak sampai lima menit untuk membuatnya. Saya biasa mengolesi roti dengan mentega, coklat meses atau pasta, aneka selai, ditaburi keju, ataupun diberi susu kental manis. Bisa manis atau mau yang gurih tinggal pilih isiannya aja. 
Selain rasanya enak, manfaatnya juga lebih oke dan pas buat sarapan, dibanding nasi goreng yang penuh karbohidrat dan mengandung minyak atau mie instant yang banyak m…

Ingin Memiliki Rumah Sendiri

Bicara tentang rumah, semua orang tentu ingin memiliki rumah sendiri. Akan lebih tenang dan bebas rasanya jika rumah yang kita tempati adalah milik kita sendiri. Begitu pula dengan saya, saya juga pengeeen banget punya rumah sendiri. Rumah yang adalah milik saya dan saya beli dari uang saya sendiri, aamiin.

Saat saya menikah, suami sudah membeli sebuah rumah sebelum saya menikah dengannya. Ya, katakanlah saya pernah memiliki sebuah rumah, yaitu saat saya berstatus sebagai istri. Meski itu rumah suami, tapi orang lain pasti menganggap bahwa itu rumah saya juga. Sekalipun saya sering merasa itu gak seperti rumah saya. :p *jangan tanya kenapa* Tapi, sesudah saya bercerai dengan suami rumah itupun akhirnya menjadi milik suami sepenuhnya. Gak tau juga apa Alia punya hak atas rumah itu. *curcol*

Sejak itu saya berpikir, bahwa jika sebuah rumah bukan didapat dari hasil usaha kita sendiri, atau secara hitam di atas putih (sertifikat) bukan atas nama kita, maka rumah itu memang gak bisa dianggap…

Bukan Nakal, Tapi Minta Perhatian

Saat saya sedang asyik bekerja, saya terpaku hingga beberapa jam di depan komputer. Apalagi kalau saya memang sedang benar-benar 'gak bisa diganggu', fokus perhatian saya ya hanya komputer, komputer, dan komputer. Maklumlah kerjaan saya kan hanya berkutat di depan komputer :) Seringkali mata dan pantat sampai pegal karena keasyikan duduk sambil natap komputer terus.

Kalau udah begini, Alia otomatis ditemenin sama eyang atau tantenya dulu, eh..itu juga kalau tentenya lagi gak sibuk kerja deng :p Kadang sih gak masalah saat saya sedang asyik kerja, Alia bisa tetap main seperti biasa dengan eyang atau tantenya tanpa ngeh dengan kesibukan mamanya. Tapi..kadang-kadang saat aku udah cukup lama asyik di depan komputer, Alia minta perhatian.

Minta perhatiannya biasanya dengan membuat ulah yang menarik perhatian mamanya, parahnya saya kerap gak ngeh kalau ulahnya itu adalah aksi untuk meminta perhatian saya. *saking fokusnya sama kerjaan* Jadi, saya baru sadar justru saat hal itu udah le…

Hanya Sekadar Cerita

Alhamdulillaah, ketemu lagi dengan hari Jum'at, mudah-mudahan di hari ini Allah memberikan lebih banyak keberkahan untuk kita semua, aamiin. Beberapa hari yang lalu, saya alhamdulillaah dapat kerjaan content writer lagi nih. Senangnya dapat kerjaan lagi :) Senang karena dapat kerjaan yang saya sukai. Rasanya excited deh, karena kita melakukan sesuatu yang kita suka dan dibayar, sekali lagi..dibayar :D *sumringah*

***

Dari kemarin saya terkena virus pilek -_- awalnya sih karena terkena debu saat pergi beberapa hari lalu. Saat saya sedang menunggu angkutan umum, ada tempat sampah yang sampahnya lagi dibakar. Angin bertiup cukup kencang, sehingga debu dan asap dari tempat sampah itu masuk ke tenggorokan saya. Alhasil, siangnya saya merasa hidung dan tenggorokan saya gak enak. Ternyata keesokan harinya pilek deh. *elap ingus*

Saya memang punya alergi terhadap debu, udara dingin, dan asap rokok. Ini juga yang menyebabkan saya lebih mudah terkena pilek dibanding orang lain yang gak punya a…

Work at Home Mom (Bag. 2)

Melanjutkan dari postingan kemarin di sini..

Seperti yang kita tau, banyak sekali kasus di mana anak mendapat tindakan kekerasan, pelecehan, bahkan penculikan, yang dilakukan oleh ART / pengasuh anaknya sendiri karena sang ibu lengah dalam tanggung jawabnya. Sementara sang ibu sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah, anak dititipkannya pada pengasuh :'( Inilah yang menjadi kesempatan bagi orang-orang yang gak benar untuk menjalankan aksi kejahatannya. Memang gak ada jaminan kalau anak dari seorang work at home mom pasti akan lebih aman, namun kejadian-kejadian seperti di atas tentunya bisa jauh diminimalisir. 
Jika ada yang beralasan bahwa para ibu yang bekerja di luar rumah adalah demi kebutuhan anak. Rasanya harus betul-betul dilihat kondisinya. Apakah memang sangat diperlukan atau sebenarnya hal itu bisa dikesampingkan. Perlu diingat, bahwa kebutuhan utama anak bukanlah hanya semata soal materi, ada kebutuhan kasih sayang seorang ibu yang gak bisa digantikan oleh orang lain. 
Bany…

Work at Home Mom (WAHM)

Menjadi seorang work at home mom (WAHM) alias ibu yang bekerja / mencari uang di rumah, buat saya jauuuh lebih baik untuk saya. Saya pribadi sih berharap ini bisa jadi pilihan para ibu lainnya, tapi semua keputusan ada di tangan kita masing-masing. Pilihan orang lain baik atau buruknya gak bisa serta merta kita hakimi, karena hanya Allah yang paling tau dan bisa menilai baik atau buruknya jalan yang dipilih oleh setiap manusia.

Tapi, dalam pandangan saya sebaiknya para ibu memang mendahulukan kepentingan anaknya ketimbang urusan mencari nafkah yang adalah kewajiban suami. Sekalipun seorang ibu harus ikut berperan dalam hal mencari nafkah, saat ini aktivitas itu sangat bisa dilakukan dari rumah. Sehingga kita gak perlu memberikan pengasuhan anak pada orang lain. Saya percaya, kasih sayang seorang ibu gak akan bisa digantikan oleh orang lain. Jadi sebaiknya ibu adalah orang yang harus turun langsung dalam hal pengasuhan anak, terutama jika anak masih kecil.

Dengan kita bekerja di rumah, o…

Saya Gak Bermaksud Gitu Lho..

Saya termasuk orang yang gak luwes atau kaku dalam bergaul. Inilah sebabnya teman dekat saya di dunia nyata gak banyak. Kebanyakan teman paling hanya sekedar kenal, kalau ketemu ngobrol, sesekali menyapa di sosial media, and that's it. Tapi, untuk kategori teman dekat yang memang saya bisa meluangkan waktu untuk bertemu dengannya, bisa bercerita masalah pribadi, dan merasa nyaman saat bicara langsung dengannya tanpa harus merasa kagok, sungkan, apalagi jaim (jaga image), inilah yang sedikit..paling hanya beberapa orang aja.

Saya sering dianggap cuek, angkuh, atau sombong, hanya karena saya gak menyapa orang lain duluan, hanya karena saya gak berbasa-basi, atau karena saya lebih banyak diam. Padahal, saya gak bermaksud untuk cuek, angkuh, apalagi sombong, serius..saya gak bermaksud gitu lho -_- Inilah karakter saya, di mana saya justru sering merasa gak nyaman saat saya harus berbasa-basi dengan orang yang memang gak terlalu dekat dengan saya. Seolah ada rasa kagok, sungkan, atau ap…

Alia Mulai Belajar (Bag. 2)

Ini lanjutan dari postingan sebelumnya (di sini).

Beberapa waktu lalu, saya membeli buku pintar untuk balita di Gramedia. Saya berpikir Alia harus udah mulai saya kenalkan dengan aktivitas belajar di usianya yang ketiga tahun ini. Aktivitas belajar yang membuat Alia merasa senang untuk melakukannya lagi dan lagi :) Aktivitas yang tujuannya adalah belajar tapi dilakukan gak seperti belajar, jadi seperti sedang bermain.

Saat belajar, saya dan Alia bisa tertawa-tawa, bercanda, bahkan bisa dilakukan sambil Alia bermain boneka. Kadang, saya gak menyebut aktivitas ini dengan belajar tapi main tebak-tebakan :p Saya mencoba untuk mengajarinya dengan penuh senyum, sesekali tertawa, dan gak ada tekanan apapun. Kalau Alia masih lupa-lupa / belum bisa juga ya gak apa, sabar aja :)

Gak ada keharusan atau target Alia harus bisa ini bisa itu, semuanya ngalir aja..kalau bisa alhamdulillaah, kalau belum bisa juga alhamdulillaah. Dengan Alia menyukai aktivitas belajar pun udah bagus kok. Aktivitas ini jug…

Alia Mulai Belajar (Bag. 1)

Bulan depan insya Allah Alia genap tiga tahun. Alhamdulillaah, Alia sudah akan mulai memasuki usia balita, bukan batita lagi. Selama ini Alia belum punya rutinitas belajar. Bukan belajar serius sih, lebih seperti bermain. Dulu sempat saya ajari mengenai abjad dan angka. Waktu itu saya berpikir bahwa mengajari anak sejak usia dini tentu bagus, jadi anak bisa lebih pintar sejak dini.

Tapi aktivitas itu hanya bertahan sebentar aja, gak sampai sebulan deh. Soalnya Alia seperti gak menikmati aktivitas itu, jadi lama-lama dia enggan saya ajak belajar lagi. Sepertinya sih cara yang saya pakai kurang tepat untuk Alia, atau bisa jadi juga karena Alia memang belum siap pada saat itu untuk belajar.

Akhirnya saya putuskan untuk gak melanjutkan akitivitas belejar rutin itu. Saya pikir Alia memang masih terlalu kecil untuk belajar. Tapi sesekali saya suka menyisipkan pertanyaan seputar abjad atau angka saat Alia sedang corat-coret di buku gambar. Alhamdulillaah kalau berhitung 1 sampai 10 Alia lumaya…

Orang Rumahan

Sejak menikah tahun 2010 lalu, saya benar-benar jadi orang rumahan. Pergi-pergi dengan teman paling hanya sesekali, kalau dihitung kayanya dalam setahun hanya satu sampai tiga kali saya pergi-pergi dengan teman. Itupun gak pernah jauh-jauh, biasanya hanya ketemuan di sekitar Cimahi aja. Keluar rumah juga bisa dibilang jarang. Setiap keluar juga lebih sering ditemenin keluarga.

Kalau dibilang saya ini kuper alias kurang pergaulan, emang iya sih kalau dilihat dari sisi sosialisasi di luar rumah, pergaulan saya terbatas. Lain dengan dulu waktu saya masih kerja kantoran, saya lebih punya banyak teman yang bisa diajak ketemuan dan pergi bareng. Waktu keluar rumah juga lebih sering, hampir tiap hari pergi kerja, beberapa bulan sekali juga rutin pergi-pergi bareng teman kerja.

Tapi, sekarang ini saya merasa jauuuh lebih nyaman dengan kondisi yang saya jalani sekarang. Saya merasa pergaulan saya lebih terjaga. Menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama keluarga jauh lebih menyenangkan. Ap…

Say No To Mengeluh

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir". (Qur'an surat Al-Ma'arij : 19-21)
Adakah manusia yang sama sekali gak pernah mengeluh dalam hidupnya? Jawabannya hanya Allah yang tau. Tapi, setiap manusia memang memiliki kecenderungan untuk mudah berkeluh kesah. Karena pada dasarnya, manusia memang diciptakan memiliki sifat berkeluh kesah. Sehingga manusia seringkali begitu mudahnya berkeluh kesah, bahkan dalam perkara-perkara kecil. Misal : saat lama menunggu, saat terjebak macet, saat merasa kepanasan, saat tiba-tiba hujan, atau saat anak merengek minta perhatian. Biasanya keluhan kita dimulai dengan kata ah, ih, heuh, yah, atau duh :p

Parahnya, kita kadang gak sadar kalau keluhan-keluhan atas perkara kecil itu juga termasuk berkeluh kesah. Keliatannya sepele tapi kalau keseringan mengeluh seperti itu, gimana dong? -_- Saya pribadi juga masih suka mengelu…

Buat Saya Luar Biasa

Alhamdulillaah kemarin bisa jalan-jalan lagi sama Alia, mama, dan adik saya. Seperti biasa, jalan-jalan kami bukan ke tempat rekreasi apalagi keluar kota. Hanya ke supermarket buat belanja keperluan dapur dan rumah serta printilannya :p Tapi saya sangaaat menikmatinya, saya bersyukur alhamdulillaah masih bisa pergi bareng keluarga dan diberi rezeki untuk membeli keperluan rumah tangga.

Bagi orang lain pergi ke supermarket itu bisa jadi hal biasa ya, tapi buat saya luar biasa lho. Saat kita benar-benar menikmati sebuah aktivitas dan benar-benar mensyukurinya, maka aktivitas itu bisa jadi terasa luar biasa. Saya lebay? Tapi ini kenyataannya :) Sementara di luar sana ada banyak orang yang tak semudah saya dalam rezeki atau tak sesehat saya dalam beraktivitas, bolehkan saya merasa kalau saya ini sangat beruntung? ;)


Pendapatan saya perbulan memang belum sampai angka jutaan rupiah. Saya belum punya budget rutin untuk makan di luar, beli sandang atau rekreasi tiap bulannya, tapi saya bersyuku…

Kejenuhan Datang Saat Kamu Menjauh Dari-Nya

Pernah merasa jenuh? Jenuh akan peranmu sebagai ibu rumah tangga, jenuh akan pekerjaanmu, atau jenuh karena hidupmu terasa begitu-begitu aja. Dulu saya pernah mengalami kejenuhan seperti ini, jenuh akan rutinitas yang sama setiap harinya, saya merasa hidup saya gak semenarik hidup orang lain -_- Rasanya kurang semangat serta kurang motivasi dalam hidup.

Tapi disaat yang sama saat kejenuhan itu melanda, sebenarnya saya sedang berada jauh dari Allah. Saya lupa untuk memperbanyak syukur atas segala pemberian-Nya -apapun dan berapapun jumlahnya-, saya lupa untuk ikhlas dalam menerima takdir-Nya, serta lupa untuk mendekatkan diri pada-Nya di setiap kesulitan yang terjadi. Lupa itu datang karena saya sering gak menyertakan Allah dalam hati saya.


Alhamdulillaah beberapa tahun terakhir, saya gak pernah lagi mengalami kejenuhan dalam hidup. Bahkan saat saya mengalami masa yang tersulit dalam hidup, saya masih bisa menikmati hidup :) Sekalipun hidup saya terlihat tak semenarik orang lain dengan k…

Jangan Tinggi Hati Saat Kamu Diuji dengan Kesuksesan

Saya gak suka kalau ada orang yang merasa tinggi dengan apa yang ia punya, seperti : harta, jabatan, status sosial, kemudian ia merendahkan orang lain dan menganggap remeh / menyepelekan. Buat saya orang seperti itu, gak lebih baik dari orang yang diremehkannya. Kesuksesan duniawi seperti harta, status sosial ataupun jabatan, itu semua hanyalah ujian. Sama halnya dengan kesulitan, kemiskinan, kekurangan, itu semua juga ujian dari Allah. 

Kelebihan harta adalah ujian untuk mengetahui seberapa banyak kamu bersyukur dan menggunakan harta itu dalam amal, sedekah, dan ibadah. Sedangkan kekurangan harta juga ujian untuk mengetahui seberapa tinggi kesabaranmu tanpa banyak mengeluh dan sejauh mana kamu tetap berusaha tanpa putus asa. 

Segala kesuksesan yang kita raih bukan semata-mata atas hasil usaha kita sendiri, tapi karena anugerah Allah. Kalau bukan karena anugerah-Nya sekuat apapun usahamu tentu gak akan membuahkan hasil apapun. Maka gak pantas rasanya untuk kita bersikap tinggi hati atas…

Puasa di Bulan Syawal

Puasa Ramadhan saya tahun ini ada lima hari bolong karena menstruasi. Beberapa tahun terakhir ini, saya selalu memilih untuk melakukan puasa qadha Ramadhan di bulan Syawal. Di bulan Syawal suasana ramadhan masih belum hilang, dibanding jika saya menunda melakukan puasa qadha Ramadhan tersebut di bulan-bulan berikutnya lagi. Begitu pula tahun ini, saya berniat untuk melakukan puasa qadha Ramadhan di bulan Syawal ini. 

Dan insya Allah dimulai di hari ini. Kemarin-kemarin saya masih belum bersih dari menstruasi, jadi baru hari ini bisa dimulai. Rasanya masih berasa ada di bulan Ramadhan, meski gak ada acara-acara televisi bernuansa Ramadhan, gak ada pemberitahuan imsak maupun waktu berbuka -berupa bunyi sirine- dari masjid, dan gak ada menu-menu takjil yang biasa di jual di pinggir jalan, pasar, maupun supermarket, karena bulan Ramadhan memang sudah berlalu. 

Tapi, bulan Ramadhan terlalu indah untuk dilupakan secepat itu. Ramadhan baru berlalu beberapa hari, jika kita puasa di bulan Syawal…

Kesuksesan yang Sesungguhnya

Sebagian orang mengukur kesuksesan dari banyaknya harta, tingginya jabatan, panjangnya gelar di belakang nama, dan semacamnya. Mereka menjadikan pencapaian duniawi sebagai tolak ukur sebuah kesuksesan. Ya, semua itu bisa menandakan kesuksesan duniawi seseorang. Tapi, apakah kesuksesan duniawi aja yang kita kejar? Kesuksesan akhiratlah yang seharusnya lebih kita utamakan. Sebab apalah artinya sukses di dunia namun gagal untuk sukses di akhirat kelak. 

Demi mencapai kesuksesan di akhirat, bukan berapa banyak harta benda yang kamu punya, bukan masalah tingginya jabatan, atau berapa banyak gelar yang kamu kumpulkan sepanjang hidupmu, namun berapa banyak bekal yang kamu punya untuk akhiratmu. Bekal itu adalah amal yang kamu kumpulkan sepanjang hidup. 

Amal yang kamu dapat dari kebaikan, kesabaran, rasa syukur, ibadah, ataupun dari keikhlasan dirimu dalam memberi pertolongan bagi orang lain. Amal seperti itu gak akan kamu peroleh hanya dari banyaknya hartamu tanpa kamu banyak sedekah, gak aka…

Jalan-jalan ke Bandung Lagi

Kemarin saya menemani adik ke BEC (Bandung Elektronic Center). Ini artinya sekalian ke BEC sekalian juga jalan-jalan di Bandung. Kemana lagi kalau bukan ke IP (Istana Plaza), yang terletak di Jalan Padjajaran, Bandung. Salah satu tempat belanja yang paling saya suka kunjungi ya IP ini, karena akses angkutan umum ke sana dari Cimahi hanya satu kali naik.

Kalau lagi ke IP, paling senang masuk ke counter aksesoris. Ada banyak counter aksesoris di sana, diantaranya : Cinderella, Heartwarmer, Stroberi. Kalau dulu saya beli aksesoris untuk saya pakai sendiri, sekarang saya beli aksesoris untuk Alia. Harganya variatif kok, dari yang murah hanya beberapa ribu rupiah, sampai yang mahal di atas seratus ribu rupiah. Segala macam aksesoris lengkap ada di sana, buat kamu yang suka pakai pernak-pernik aksesoris pasti suka deh mampir ke sana :)

















Selain masuk ke counter aksesoris, saya juga suka ke toko buku Gramedia yang di IP. Memang sih tempatnya gak seluas Gramedia pusat yang di Jalan Merdeka, Band…

Memohon Hidayah untuk Saudariku

Di dua hari pertama lebaran kemarin, adik saya memakai kerudung saat pergi Shalat Ied, saat pergi ke rumah saudara sepupu, dan saat kumpul-kumpul silaturahmi di rumah tempat kami tinggal. Alhamdulillaah saya senang melihat adik memakai kerudung, meski belum konsisten memakai -hari ini ia pergi ke luar rumah tapi gak pakai kerudung-, mudah-mudahan ada hidayah menghampirinya sehingga satu saat ia dapat memakai hijab dengan istiqamah, aamiin.

Keputusan berhijab seharusnya adalah keputusan yang murni datang karena dorongan dari hati kita sendiri. Jadi, hanya Allah lah yang jadi alasan kita dalam berhijab. Kita sebagai manusia hanya bisa mendoakan, memotivasi dan mencontohkan agar orang di sekitar kita menjadi tergerak untuk ikut berhijab juga. Namun keputusan berhijab bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan.

Saat hati kita memang belum merasa mantap dan nyaman dengan berhijab, tentu akan sulit untuk istiqamah dalam berhijab. Perkara mengenai kemantapan dan kenyamanan adalah soal hati. Sedangk…

Tak Ingin Berbohong, Tapi Tak Boleh Menyudutkan Siapapun

Satu saat Alia akan bertanya mengenai ayahnya, kenapa pisah sama mama, kenapa gak serumah sama mama, kenapa ayah dan mama begini dan begitu. Ya, satu saat saya harus menjelaskan pada Alia tentang semua yang terjadi. Sekarang di usia Alia yang baru akan menginjak tiga tahun, dia belum bertanya apapun. Paling sesekali saya pernah memberitahu soal ayahnya. 

Terakhir Alia bertemu dengan ayahnya akhir bulan kemarin, Alia belum terlalu mengerti itu siapa. Meskipun Alia memanggilnya dengan sebutan ayah tapi sepertinya Alia masih samar mengenai figur ayahnya. Ya, maklum karena ayahnya berada cukup jauh dari Cimahi, jadi gak bisa sering datang ke sini jenguk Alia. Sekalipun jarang datang, saya bersyukur alhamdulillaah Alia masih bisa bertemu ayahnya meskipun jarang. 

Inginnya sih kalau Alia udah 5 tahunan saya bisa mulai cerita pelan-pelan tentang semua ini. Saya beri penjelasan sedikit-sedikit tentang apa yang terjadi. Saya gak ingin berbohong soal perceraian ini, saya harus terbuka pada anak, …