Skip to main content

Alia Mulai Belajar (Bag. 1)

Bulan depan insya Allah Alia genap tiga tahun. Alhamdulillaah, Alia sudah akan mulai memasuki usia balita, bukan batita lagi. Selama ini Alia belum punya rutinitas belajar. Bukan belajar serius sih, lebih seperti bermain. Dulu sempat saya ajari mengenai abjad dan angka. Waktu itu saya berpikir bahwa mengajari anak sejak usia dini tentu bagus, jadi anak bisa lebih pintar sejak dini.

Tapi aktivitas itu hanya bertahan sebentar aja, gak sampai sebulan deh. Soalnya Alia seperti gak menikmati aktivitas itu, jadi lama-lama dia enggan saya ajak belajar lagi. Sepertinya sih cara yang saya pakai kurang tepat untuk Alia, atau bisa jadi juga karena Alia memang belum siap pada saat itu untuk belajar.

Akhirnya saya putuskan untuk gak melanjutkan akitivitas belejar rutin itu. Saya pikir Alia memang masih terlalu kecil untuk belajar. Tapi sesekali saya suka menyisipkan pertanyaan seputar abjad atau angka saat Alia sedang corat-coret di buku gambar. Alhamdulillaah kalau berhitung 1 sampai 10 Alia lumayan bisa, meski kadang suka lupa-lupa.

Saya sadar bahwa belajar itu bukanlah sesuatu yang baik untuk dipaksakan. Belajar yang paling baik adalah belajar yang datang dari adanya keinginan dalam diri sendiri. Saya harus membuat Alia menyukai aktivitas belajar, agar Alia memiliki keinginan untuk selalu belajar. Jadi, sekarang saya berusaha mencari cara agar bisa mengajari Alia dengan cara yang menyenangkan.

Bersambung yaaa :)

Comments

  1. habis baca ini jadi inget...kalo lihat foto alia di google+ yg pake baju hitam, jadi inget muridku di PG dulu,namanya rebecca, anak bule hehehe....dulu pas ngajar mereka (tahun 2012) rasanya g belajar,mainnn terus hehe,ya namanya juga PG jadi main aja,nyanyi,loncat2,lari2an,seru pokoknya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu ya :) Iya makanya mau pelan-pelan aja ngajarinnya, kaya bermain..

      Delete
  2. Saya pernah bertemu dengan seorang ibu dengan anak batitanya di Bis. Saat anak bertanya tentang roti yang dimakannya, si Ibu dengan sangat sederhana gaya anak-anak menceritakan bagaimana roti itu berproses dalam perut. Si anak kadang menimpali dengan ucapan polos hasil fikir yang isinya lebih dari anak2 se-usianya.

    Saya terkesima! saya akan lakukan itu bila umur anak-anak saya bisa di ulang.
    Belajar dari yang dia liat/rasa sangat efektif dan berkesan.
    Apalagi setelah saya punya sekolah TK, ternyata kenali kesukaan mereka akan lebih mudah menanam. SUKA lebih penting dari MAU. Tanpa bermaksud menggurui, semoga pengalaman saya bermanfaat ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bermanfaat mak :) berarti saya sebaiknya membuat Alia menyukai aktivitas belajar ya, bukan membuat ia sekedar mau belajar..

      Delete
  3. Saya mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin, salam

    ReplyDelete
  4. berkunjung, minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya ya ^_^

    ReplyDelete
  5. betul mak, belajar pada anak usia balita jgn dipaksakan, harus kemauan sendiri dari si anak. Salam kenal ... :)

    ReplyDelete
  6. iya mak, ngadepin anak kecil, harus pinter2 ya, mau beljar pas kepengen doang , hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…