Skip to main content

Alia Mulai Belajar (Bag. 2)

Ini lanjutan dari postingan sebelumnya (di sini).

Beberapa waktu lalu, saya membeli buku pintar untuk balita di Gramedia. Saya berpikir Alia harus udah mulai saya kenalkan dengan aktivitas belajar di usianya yang ketiga tahun ini. Aktivitas belajar yang membuat Alia merasa senang untuk melakukannya lagi dan lagi :) Aktivitas yang tujuannya adalah belajar tapi dilakukan gak seperti belajar, jadi seperti sedang bermain.

Saat belajar, saya dan Alia bisa tertawa-tawa, bercanda, bahkan bisa dilakukan sambil Alia bermain boneka. Kadang, saya gak menyebut aktivitas ini dengan belajar tapi main tebak-tebakan :p Saya mencoba untuk mengajarinya dengan penuh senyum, sesekali tertawa, dan gak ada tekanan apapun. Kalau Alia masih lupa-lupa / belum bisa juga ya gak apa, sabar aja :)

Gak ada keharusan atau target Alia harus bisa ini bisa itu, semuanya ngalir aja..kalau bisa alhamdulillaah, kalau belum bisa juga alhamdulillaah. Dengan Alia menyukai aktivitas belajar pun udah bagus kok. Aktivitas ini juga sebaiknya dilakukan saat anak memang mau, dan berhenti saat anak memang ingin berhenti.

Oya, saya pilih buku pintar untuk balita karena saya anggap buku itu yang paling sesuai untuk Alia. Jadi, Alia belajar mengenal macam-macam hewan, belajar angka, belajar huruf, dan lain-lain. Tapi untuk tahap awal, saya fokus ke belajar mengenal hewan dulu. Kalau kalian moms, si kecil udah mulai belajar belum? :)

Comments

  1. seru ya kalo belajar sama anak2,q udah ngerasain pas jadi guru PG mbk hehe....semoga alia makin pintar yaaa....peluk cium dari onty HM :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru, sambil becanda ketawa-ketiwi :)
      Aamiin, makasiiih mbak..

      Delete
  2. Raissa belajar nya sambil main juga mak...ada buku2 bekas kakaknya..kadang kalau lihat yang Jualan buku minta beliin juga :D

    ReplyDelete
  3. met belajar dek aliaa, yg awet ya belajarnya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…