Skip to main content

Bukan Nakal, Tapi Minta Perhatian

Saat saya sedang asyik bekerja, saya terpaku hingga beberapa jam di depan komputer. Apalagi kalau saya memang sedang benar-benar 'gak bisa diganggu', fokus perhatian saya ya hanya komputer, komputer, dan komputer. Maklumlah kerjaan saya kan hanya berkutat di depan komputer :) Seringkali mata dan pantat sampai pegal karena keasyikan duduk sambil natap komputer terus.

Kalau udah begini, Alia otomatis ditemenin sama eyang atau tantenya dulu, eh..itu juga kalau tentenya lagi gak sibuk kerja deng :p Kadang sih gak masalah saat saya sedang asyik kerja, Alia bisa tetap main seperti biasa dengan eyang atau tantenya tanpa ngeh dengan kesibukan mamanya. Tapi..kadang-kadang saat aku udah cukup lama asyik di depan komputer, Alia minta perhatian.

Minta perhatiannya biasanya dengan membuat ulah yang menarik perhatian mamanya, parahnya saya kerap gak ngeh kalau ulahnya itu adalah aksi untuk meminta perhatian saya. *saking fokusnya sama kerjaan* Jadi, saya baru sadar justru saat hal itu udah lewat. Saat kejadiannya udah lewat, saya baru mikir dan merenung. Ternyata, penyebab Alia menjadi berulah itu semata karena mamanya terlalu asyik sama kerjaan dan Alia merasa dinomorduain. Jadi, Alia berulah bukan berarti nakal, tapi minta perhatian :)

Makanya saya suka cari waktu yang pas untuk saya berkutat dengan kerjaan. Misalnya, saat Alia udah tidur malam, Alia tidur siang, atau Alia lagi asyik nonton kartun. Disaat inilah saya bisa lebih leluasa bekerja tanpa khawatir membuat Alia cemburu dengan kesibukan saya :) 

Comments

  1. Hihi..sama nih mak..saya skrg merasa jarang ngeblog lagi karena Raissa udah seneng main jadi suka ngajar main ini itu jadi sesempatnya ngeblog nya kadang udah Lupa mau nulis apa ya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantesan jadi jarang BW kaya sebelumnya ya mak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…