Skip to main content

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Sumber gambar dari sini

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benci, dendam, marah berlebihan, dengki, atau hasud, adalah hal-hal yang bisa menrusak hati kita. Memiliki perasaan seperti itu membuat kita gak tenang, gak damai, dan pastinya gak bijak  -_-  Gak ada keuntungannya kan kita merasakan perasaan-perasaan seperti itu?, selain memuaskan nafsu amarah kita belaka.

Tapi, ada satu hal dalam diri saya yang begitu rapuh. Saya termasuk orang yang sangat sulit melupakan sakit hati yang saya alami. Saya bisa memaafkan, namun sulit untuk bersikap seolah sakit hati itu gak pernah ada. Saya bisa gak membenci, namun sulit untuk bersikap seperti sebelumnya (sebelum saya merasa sakit hati) terhadap orang yang menyakiti saya. 

Saya anggap ini salah satu dari sekian kelemahan saya. Untungnya saya gak mudah sakit hati :) Tapi ya itu, begitu saya sakit hati maka sangat sulit untuk melupakannya. Sakit hati yang saya alami saat saya masih SD pun, saya masih ingat. Kadang, kalau ada kejadian yang ngingetin saya dengan sakit hati di masa lalu, kejadian dulu seolah berputar lagi di ingatan saya  -_-

Comments

  1. Setuju Mak, sama deh sama aku.
    Gak gampang tersinggung. Tapi sekalinya hati "kecolek" ajah.. Langsung panas.. Hehe..
    Memaafkan juga soal gampang, tapi melupakan? Tunggu dulu..
    Kalau udah kayak gini, aku biasanya meditasi Mak, dengerin brainwavenya erbe sentanu biar bisa lebih mengikhlaskan..

    Ikhlas ya Mak.. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, gak mempan euy mak dengerin lagu juga :p

      Delete
  2. memang hal melupakan sakit hati sangat sulit mbak, saya rasa semua orang juga mengalami itu. hanya saja ada orang yang bisa menyembunyikan perasaannya ada yang tdk. tapi memang kita harus bisa mengendalikan diri kita dan terus berdoa minta kekuatan agar sembuh dari luka batin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, harus nguatin doa supaya hatinya bersih mbak :)

      Delete
  3. Mohon pada Allah saja untuk mampu melupakan, bagi Allah tak ada yang tak mungkin,bukan? Saya amat cepat lupa. Disatu sisi saya bersyukur dengan sifat itu, tapi disisi lain ada kekurangannya juga, orang mudah menyakiti saya untuk kedua kali atau ketiga kalinya. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, saya kurang berdoa soal hal ini mak -_-

      Delete
  4. Wah sama seperti saya, Mbak :D Sekali dikecewakan hal itu akan mencongkol terus diingatan saya :D
    Semoga kita bisa belajar untuk benar-benar mengikhlaskan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mencongkol itu artinya apa ya mbak? Hehe :p
      Aamiin mbak :)

      Delete
  5. Saya juga sering mak teringat hal2 yg menyakitkan. Saya biasanya mencoba melupakan, jaga jarak, cari hiburan. Klo Yng nyakitin berbuat baik, biasa ya saya luluh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hati saya susah luluhnya mak, gimana dong :)

      Delete
  6. yang sabar ya mbk...semangattt :)

    ReplyDelete
  7. aduh sama dg saya mak, sy susah untuk menghilangakn rasa sakit hati. Dan biasanya aku curahkan saja dalam bentuk puisi dan aku punya banyak puisi sakit hatiku, kayaknya bagus kalau dibukukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, iya ya, menuliskan isi hati bisa membuat hati lega ya mak :)

      Delete
  8. Memang sudah kodrat perempuan kali ya punya hati yang lebih lembut jadi lebih sensitif. hehe kalau saya, paling nggak bisa dicolek dengan kata-kata yang menyinggung. Sekali menyinggung, maka akan terekam terus dalam ingatan saya hiks. Nggak enaknyaa -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, gitu mak.. Kalau saya sih gak gampang tersinggung sama kata-kata, tapi perbuatan..

      Delete
  9. ehm..saya juga susah menghilangkan rasa sakit...terbayang2 sampe skrg... halah curcol. xixixiixi..

    ReplyDelete
  10. Forgiven but not forgotten ni ceritanya ya mak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…