Skip to main content

Kenapa Alia Gak Ditindik?

Sumber foto dari sini


Waktu Alia masih bayi, ada orang-orang yang bertanya pada saya, kenapa Alia gak ditindik dan dipakaikan emas. Biasanya saya jawab sekadarnya. Sebenarnya alasan utama saya belum menindik Alia hingga sekarang, bukan karena saya gak mampu beliin Alia emas, tapi ada alasan-alasan lain.

Pertama, saya gak mau melukai telinga Alia dengan menindiknya hanya untuk dipakaikan perhiasan. Bagi saya persoalan seorang anak pakai anting atau gak itu adalah hak penuh anak itu sendiri. Jadi kalau Alia udah besar nanti, ia mau pakai anting baru lah telinganya ditindik.

Kedua, saya gak mau memakaikan emas ke Alia saat ia masih kecil. Saya khawatir ini bisa jadi menarik perhatian orang lain yang punya niat gak baik. Ini sebabnya saya lebih suka memakaikan Alia aksesoris yang bukan emas.

Ketiga, saya rasa kok gak ada manfaat yang benar-benar mengharuskan saya menindik telinga Alia di saat dia masih kecil. Kalau alasannya cuma karena ingin menandakan bahwa ia anak perempuan, sebagaimana pendapat orang zaman dahulu, maka saya gak setuju. Untuk menandakan anak kita adalah perempuan masih bisa dengan berbagai cara lain. Misal : pakaikan baju yang girly, pakaikan aksesoris, atau panjangkan rambutnya.

Malah saya sempat dengar pendapat sebagian orang zaman dulu, yang mengatakan bahwa bayi dipakaikan emas supaya rezekinya lancar -_- Duh, saya pribadi sih gak percaya mitos. Kalau ingin rezeki anak lancar ya doain dan usaha lah :)

Intinya adalah, seorang bayi perempuan gak harus memakai anting emas, karena lambang kewanitaan gak hanya dilihat dari perhiasan semata. Di samping itu mitos soal rezeki lancar kalau pakai emas, bukanlah hal yang benar dan boleh dipercaya. Tapi kalau ada yang berbeda pendapat dengan saya ya monggo, semua pilihan ada di tangan kita masing-masing :)

Comments

  1. Hehehe... lambang kewanitaan? kayaknya nggak juga ya, krn sekarang yg laki-laki pun ditindik kupingnya. Jadi saya setujuuuu dengan pendapat Mak Arifah.
    Oh ya...th 80-an adik saya ditindik setelah kelas 6 SD, itupun karna di koment terus sama teman sekelas. Tanpa asesoris pun Alia sudah cantik! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, pokoknya pakai anting itu gak harus lah, apalagi buat bayi.. :)

      Delete
  2. Jd ingat wkt Raissa ditindik, nangiiiis terus. Untung msh bayi jd langsung dikasih ASI. Skrg anting satunya lepas sampe lubang tindikannya menutup lg. Sy biarin aja, kasian..sebenarnya klo muslimah ketutup kerudung juga ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak mama saya juga mikirnya gitu, pakai jilbab kan gak keliatan, biar nanti aja kalau anak udah gede nentuin sendiri mau pakai anting atau enggak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …