Skip to main content

Kesuksesan yang Sesungguhnya

Sumber gambar dari sini

Sebagian orang mengukur kesuksesan dari banyaknya harta, tingginya jabatan, panjangnya gelar di belakang nama, dan semacamnya. Mereka menjadikan pencapaian duniawi sebagai tolak ukur sebuah kesuksesan. Ya, semua itu bisa menandakan kesuksesan duniawi seseorang. Tapi, apakah kesuksesan duniawi aja yang kita kejar? Kesuksesan akhiratlah yang seharusnya lebih kita utamakan. Sebab apalah artinya sukses di dunia namun gagal untuk sukses di akhirat kelak. 

Demi mencapai kesuksesan di akhirat, bukan berapa banyak harta benda yang kamu punya, bukan masalah tingginya jabatan, atau berapa banyak gelar yang kamu kumpulkan sepanjang hidupmu, namun berapa banyak bekal yang kamu punya untuk akhiratmu. Bekal itu adalah amal yang kamu kumpulkan sepanjang hidup. 

Amal yang kamu dapat dari kebaikan, kesabaran, rasa syukur, ibadah, ataupun dari keikhlasan dirimu dalam memberi pertolongan bagi orang lain. Amal seperti itu gak akan kamu peroleh hanya dari banyaknya hartamu tanpa kamu banyak sedekah, gak akan kamu peroleh dari tingginya jabatan kalau ternyata jabatan tinggi membuatmu tinggi hati, ataupun dari banyaknya gelar yang kamu punya jika gelar itu gak membuatmu semakin banyak mengamalkan ilmu dalam keberkahan. 

Sudah saatnya kita merubah persepsi kita mengenai kesuksesan. Sukses yang sesungguhnya adalah saat kita bisa menggunakan waktu hidup kita di dunia dalam kebaikan dan kebenaran sebagaimana petunjuk Allah dalam Al-Qur'an. 

Comments

  1. semoga qt semua bisa melaksanakannya aamiin :)

    ReplyDelete
  2. segala yg yg membuat tinggi hati, naudzubillahi min dzalik, semoga kita dijauhkan dari hal tersebut aamiin...
    makasih mbk sharing paginya hehe...

    ReplyDelete
  3. Kalau Kata Michelle Obama bilang bahwa Kesuksesan itu adalah bagaimana pikiran dan wawasan kita bisa mempengaruhi orang lain untuk berbuat sesuatu yang positif. Bagi saya pribadi SUKSES adalah jika kita berguna dan bermanfaat bagi orang banyak. Setidaknya inilah yang selalu menjadi sumber inspirasi buat saya

    ReplyDelete
  4. seringkali qt silau dunia..lupa dg kampung akhirat..smoga qt smua trmasuk yg dilindugi Allah dr yg dwmikian..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …