Skip to main content

Malapraktik Lagi

Sumber gambar dari sini

 




Kemarin baca berita tentang anak batita yang diduga menjadi korban malapraktik. Batita itu awalnya hanya sakit demam, namun berakhir dengan kebutaan setelah dirawat selama hampir dua minggu di rumah sakit. Selama dirawat batita itu diberi cairan infus, yang awalnya dipasang di tangan sampai akhirnya dipasang di kening. Saya baru tau loh, ternyata infus bisa dipasang di kening -_-

Salah satu yang bikin saya kaget adalah karena kejadiannya terjadi di rumah sakit di Cimahi, yaitu RS. Cibabat. Saya juga pernah sekali ke sana, waktu itu saya nganter mama periksa mata untuk ganti kacamata. Pelayanannya memang gak memuaskan buat saya. Susternya kurang ramah, dan kurang teliti.

Jadi waktu itu mama minta pada suster, supaya lensa kacamatanya nanti diresepkan yang model progresif (dua lensa minus dan plus disatukan dalam satu lensa). Saat mama diperiksa dokter, mama sempat bilang lagi kalau pengen lensa kacamata yang progresif. Eh, dokternya sempat heran karena di kertas hasil periksa oleh suster gak ditulis keterangan lensa progresif. Akhirnya dokter minta suster itu untuk mengkoreksi kertas hasil periksa tersebut.

Kesannya sepele, cuma soal gak ketulis aja. Tapi kalau ternyata dampaknya bisa fatal gimana coba? Gimana kalau kasusnya ini periksa sakit yang berat. Kalau ada obat atau diagnosa yang gak tepat kan bahaya. 

Padahal kita ke rumah sakit dengan tujuan ingin sembuh, namun bagi korban malapraktik bukan sembuh yang didapat namun penyakit yang semakin parah. Astaghfirullah. Akhirnya, kita lah yang harus berhati-hati menjaga kesehatan. Sehingga frekuensi mendatangi dokter atau rumah sakit bisa diminimalisir, karena banyak dari kasus malapraktik awalnya adalah sakit yang gak terlalu berat.

Dan saat kita harus berobat ke dokter atau ke rumah sakit, kita harus benar-benar memastikan bahwa kita datang ke tempat dan dokter yang tepat. Kita sebagai pasien atau keluarga pasien gak bisa menyerahkan soal kesembuhan kita pada dokter atau pihak rumah sakit begitu aja. Kita tetap harus jeli, teliti, dan aware pada setiap langkah yang dilakukan mereka. 

Pihak rumah sakit, termasuk dokter ataupun suster diharapkan untuk lebih teliti dalam melayani pasien. Karena setiap bagian dari tubuh kita begitu berarti dan berharga. 

Comments

  1. Betul maak, sebagai pasien, kita harus cerdas dan jangan sungkan-sungkan untuk bertanya pada dokter tentang penyakit dan tindakan yang dilakukan. Selama ini pasien di negara kita masih awam dan tidak berani untuk melakukan itu, padahal,mitu adalah hak pasien. Terkadang, malpraktik itu juga bukan semata karena dokter, tapi bisa jadi karena suster sperti yng mbak jelaskan tadi dan juga pihak lain, tapi karena yang berada di garda depan itu dokter, jadi dokterlah yang harus bertanggung jawab. Miris memang mak, melohat kenyataan itu. Harusnya profesi medis itu adlaah pekerjaan tim, ga blh hanya berharap ke dokter saja sedangkan yang lain ogah2an. Tapi tidak sedikit juga dokter yang lalai hingga menimbulkan kejadian seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mak commentnya :) Bukan hanya dokter, atau tenaga medis yang harus berhati-hati ya, tapi kita sebagai pasien juga harus teliti..

      Delete
  2. iya mba...ngeri dengan kasus2 malpraktik ini ...

    ReplyDelete
  3. Tenaga kesehatan memang tidak bisa sembarangan ya Mak karena menyangkut hidup dan mati seseorang. Harus teliti dan hati-hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sebagian dari kasus malapraktik emang disebabkan tenaga medis yang kurang teliti -_-

      Delete
  4. ya Allah,ngeri ya mbk kl ada malpraktik :(..ngenes aja,ke rs mau sehat malah makin kesakitan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya saya jadi parno kalau ke dokter :p mudah-mudahan kita sehat selalu ya mbak, aamiin..

      Delete
  5. sy baru belajar jd pasien aktif ketika anak sakit,cerewet bgt soal resep.ada pengalaman buruk sm antibiotik soalnya hiks. smoga sy tidak melalaikan nikmat sehat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini PR kita sebagai ibu ya :) aamiin, mudah-mudahan..

      Delete
  6. Naudzubillah... smg paramedis dinegri ini lbh teliti krn berkaitan dgn hidup dan kualitas hidup seseorg ya. Trima ksh sharingnya mak ☺

    ReplyDelete
  7. Sy juga agak parno mak k dokter, takut vonis ini itu, wkt anak prtama pernah slh diagnosa. Memang ga ada yg smpurna. Skrg brush obati di rmh dl sebelum k dokter :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya mak, wah..kalau udah punya pengalaman gak enak jadi tambah parno ya -_-

      Delete
  8. Kalau sampai gak dicatat, namanya tidak perhatian sama pasien. Tapi, bisa jadi Si Suster udah lelah atau apa.

    Tentang periksa kesehatan sangat riskan. Benar2 harus pilih RS yang bonapit. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenaga medis juga manusia memang, tapi mereka dituntut harus lebih teliti, karena mereka melayani kesehatan yang tak ternilai harganya. Iyes kan mak :) Iya rumah sakit berkualitas, dokter berkualitas..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…