Skip to main content

Memohon Hidayah untuk Saudariku

Alia dan tantenya

Di dua hari pertama lebaran kemarin, adik saya memakai kerudung saat pergi Shalat Ied, saat pergi ke rumah saudara sepupu, dan saat kumpul-kumpul silaturahmi di rumah tempat kami tinggal. Alhamdulillaah saya senang melihat adik memakai kerudung, meski belum konsisten memakai -hari ini ia pergi ke luar rumah tapi gak pakai kerudung-, mudah-mudahan ada hidayah menghampirinya sehingga satu saat ia dapat memakai hijab dengan istiqamah, aamiin.

Keputusan berhijab seharusnya adalah keputusan yang murni datang karena dorongan dari hati kita sendiri. Jadi, hanya Allah lah yang jadi alasan kita dalam berhijab. Kita sebagai manusia hanya bisa mendoakan, memotivasi dan mencontohkan agar orang di sekitar kita menjadi tergerak untuk ikut berhijab juga. Namun keputusan berhijab bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan.

Saat hati kita memang belum merasa mantap dan nyaman dengan berhijab, tentu akan sulit untuk istiqamah dalam berhijab. Perkara mengenai kemantapan dan kenyamanan adalah soal hati. Sedangkan hati manusia adalah milik Allah. Allah yang memberikan kemantapan pada hati kita. Itulah gunanya kita mendoakan orang lain agar berhijab, kita memohon pada Allah agar memberi hidayah pada saudari kita sesama muslimah berupa kemantapan hati tersebut.

Ayo kita doakan saudari-saudari muslimah kita yang belum berhijab, agar Allah memberikan hidayah padanya. Hidayah berupa dorongan dalam hati, agar mantap untuk menutup aurat dengan baik dan benar sesuai syari'at Islam, aamiin. 

Comments

  1. Amiin...ya Rabb. Ikut senang dan semoga istiqomah yaa...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum memutuskan untuk berhijab kok mak, tapi saya mendoakan :)

      Delete
  2. semoga saudaranya segera mantap berhijab sepenuhnya ya mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…