Skip to main content

Online Shop and Content Writer

Dunia online shop dan content writer adalah dua bidang yang saya kerjakan untuk mendapatkan uang selama beberapa bulan ini. Eh, kalau online shop udah lama sih, cuma suka gak konsisten. Jadi ada berhentinya selama beberapa minggu atau bulan :p *timpuk* Nah, kalau content writer memang baru saya mulai beberapa bulan lalu.

Sebenarnya, keduanya banyak memiliki perbedaan ketimbang persamaan. Persamaannya sih, sama-sama bekerja menggunakan komputer, sama-sama membutuhkan sosial media dalam bekerja, dan sama-sama bisa saya kerjakan dari rumah. Tapi bedanya lebih banyak nih, di online shop saya menjual barang, di content writer saya menjual content. Di online shop pendapatan saya per hari gak menentu, sedangkan content writer udah ditentuin bayaran per kontraknya berapa. 

Sumber gambar dari sini

Online shop lebih banyak ngurus konsumen dan orderan, kalau content writer lebih banyak cari materi content dan nulis content. Online shop lebih mudah jenuh karena kerjaannya suka monoton apalagi kalau lagi sepi order, sedangkan content writer lebih dinamis karena setiap hari harus cari materi content yang berbeda. 

Ah, pokoknya gitu deh :) Intinya, menurut saya content writer lebih seru dibanding online shop. Soalnya saya lebih seneng aja ngerjainnya, hehe. Ya, mengerjakan sesuatu yang kita sukai memang lebih menyenangkan bukan? Soal honor? Ada deeeh :p Maaf, gak dipublikasiin, hihi. Sebenarnya online shop dan content writer sama-sama bisa menghasilkan kok. Tapi buat saya sih, ada satu diantara keduanya yang lebih menghasilkan. Alhamdulillaah.

Comments

  1. Masing-masing ada plus dan minusnya ya Mak :)
    Buatku, dua-duanya saling mengisi dan melengkapi sih. Saat sepi order nulis, ya jualan. Saat jualan sepi, ya cari order nulis. Hihihi...
    Syukuri aja semuanya. Iya kan?
    :) Semangat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, ada plus minusnya pasti.. Betul banget, bisa dikondisikan ya, jadi saling mengisi :) Iya, alhamdulillaah. Semangat dong !

      Delete
  2. 22nya seru,setahun jualan craft via online shop...ribet,karena semuanya diurus sendiri,skrg stop OS dan beralih ke CW hehe..seru aja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kerjaan dari rumah emang seru ya mbak :) karena kerjaan rumah gak kita tinggal..

      Delete
  3. Belum pernah dua-duanya, sepertinya asyik juga. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik deh, soalnya bisa dikerjain dari rumah..

      Delete
  4. makasih ya mba atas penjelasannya..sekarang jadi paham deh (harap maklum qkqkqkq!)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …