Skip to main content

Perjodohan

Sumber gambar dari sini


Pernah gak kamu dijodoh-jodohkan dengan seseorang? Biasanya ini dilakukan oleh orangtua atau wali kita sendiri. Saya pernah dulu mengalami yang namanya dijodohkan *tapi bukan dengan mantan suami*. Dulu mama saya sempat mencoba menjodohkan saya dengan seseorang. Kamu tau gimana rasanya? Awalnya gak enak banget  -_-  Malah awalnya saya sempat menolak untuk dijodohkan.

Sebenarnya bisa dibilang mama saya gak salah kok menjodohkan saya. Namanya orangtua kan pengen anaknya bahagia dalam pernikahan, dapat pasangan yang terbaik, punya kehidupan rumah tangga yang baik. Maka dari itu orangtua berusaha mencarikan jodoh buat anaknya, kemudian menjodoh-jodohkannya dengan orang yang dianggapnya memenuhi kriteria.

Tapi, di sisi lain orangtua kadang kurang memahami bahwa setiap anak memiliki pemahaman atau karakter yang berbeda-beda. Ada yang suka dengan perjodohan yang dilakukan oleh orangtua, tapi ada juga yang sebenarnya gak suka dijodohkan seperti itu. Setiap anak yang sudah dewasa pasti mempunyai keinginan untuk mandiri, termasuk dalam menemukan jodohnya :)

Saya termasuk yang gak suka dengan perjodohan, karena terkadang ada unsur 'pemaksaan' secara halus didalamnya. Tapi semua memang ada takdirnya. Saya memang gak berjodoh dengan laki-laki yang dulu mama jodohkan. Sekalipun saya saat itu menerima, tetap gak akan sampai pernikahan kalau memang laki-laki itu gak ditakdirkan buat saya. Pada akhirnya, kita hanya akan menikah dengan laki-laki yang memang sudah ditakdirkan untuk kita.

Jadi, gak usah khawatir dengan perjodohan. Suka atau gak suka, terima atau gak terima, mau atau gak mau, nantinya semua tergantung takdir kita sendiri. Perjodohan bisa menjadi jalan kita menuju pernikahan, atau bisa juga hanya menjadi sebuah kisah atau pengalaman, sebelum kita menuju pernikahan.

Comments

  1. Mak, sy adalah produk perjodohan hihi..tapi...udah Kenal sama si dia karena satu kampus satu organisasi..ko malah curhat ya ups..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi ini berhasil ya mak :) Enak ya kalau udah kenal sebelumnya..

      Delete
  2. Iya kalau sudah Jodoh itu tak akan lari kemana ya ...

    ReplyDelete
  3. saya ga bisa komentar soal ini mba :) cuma mau bilang selamat malam hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, sekarang saya balasnya selamat pagi ya mak :p

      Delete
  4. Aku belum pernah dijodohin sih mak...
    Tapi gak menentang perjodohan lah, selama ada kesepakatan bersama :)
    Karena ya itu tadi, walopun dijodohin kalo emang belum jodoh mah...tetep aja gak jadi :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…