Skip to main content

Saya Gak Bermaksud Gitu Lho..

Saya termasuk orang yang gak luwes atau kaku dalam bergaul. Inilah sebabnya teman dekat saya di dunia nyata gak banyak. Kebanyakan teman paling hanya sekedar kenal, kalau ketemu ngobrol, sesekali menyapa di sosial media, and that's it. Tapi, untuk kategori teman dekat yang memang saya bisa meluangkan waktu untuk bertemu dengannya, bisa bercerita masalah pribadi, dan merasa nyaman saat bicara langsung dengannya tanpa harus merasa kagok, sungkan, apalagi jaim (jaga image), inilah yang sedikit..paling hanya beberapa orang aja.

Saya sering dianggap cuek, angkuh, atau sombong, hanya karena saya gak menyapa orang lain duluan, hanya karena saya gak berbasa-basi, atau karena saya lebih banyak diam. Padahal, saya gak bermaksud untuk cuek, angkuh, apalagi sombong, serius..saya gak bermaksud gitu lho -_- Inilah karakter saya, di mana saya justru sering merasa gak nyaman saat saya harus berbasa-basi dengan orang yang memang gak terlalu dekat dengan saya. Seolah ada rasa kagok, sungkan, atau apalah namanya..yang membuat saya lebih nyaman untuk bersikap sesuai dengan karakter saya.

Banyak orang yang gak mengerti atau salah mengartikan sikap saya. Terutama mereka yang memang gak memiliki karakter seperti saya. Memang sih, sebenarnya sikap seperti ini seringkali menjadi negatif karena sering diartikan salah. Tapi percaya deh, orang yang memiliki karakter kaku kaya saya gak bermaksud negatif kok. 

Comments

  1. saya juga g banyak teman dekat,sebatas teman biasa...bahkan untuk curhat,lebih nyaman saya simpan sendiri,g tau kenapa hehehe....
    kadang sebel juga kl ketemu yg model beginian hehehe *timpuk bakwan*,tapi kebanyakan first sight aja,selanjutnya banyak yg seru dan asik sih...belum kenal aja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, masa siiih sebel sama aku *kedipkedip* :p
      Tak kenal maka tak sayang mbak :)

      Delete
  2. Dulu saya suka memikirkan pendapat orang lain tentang saya. Tapi setelah banyak hal absurd di socmed yang membuka mata saya, saya jadi berprinsip bahwa saya tidak perlu menjelaskan diri saya atau sikap saya kepada orang lain, kecuali orang tersebut bertanya langsung :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, biasanya orang yang terlalu berpikir kita begini dan begitu adalah orang yang gak benar-benar mengenal kita dengan baik, jadi gak perlu dijadiin problem buat kita yaaa :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …