Skip to main content

Tak Ingin Berbohong, Tapi Tak Boleh Menyudutkan Siapapun

Satu saat Alia akan bertanya mengenai ayahnya, kenapa pisah sama mama, kenapa gak serumah sama mama, kenapa ayah dan mama begini dan begitu. Ya, satu saat saya harus menjelaskan pada Alia tentang semua yang terjadi. Sekarang di usia Alia yang baru akan menginjak tiga tahun, dia belum bertanya apapun. Paling sesekali saya pernah memberitahu soal ayahnya. 

Terakhir Alia bertemu dengan ayahnya akhir bulan kemarin, Alia belum terlalu mengerti itu siapa. Meskipun Alia memanggilnya dengan sebutan ayah tapi sepertinya Alia masih samar mengenai figur ayahnya. Ya, maklum karena ayahnya berada cukup jauh dari Cimahi, jadi gak bisa sering datang ke sini jenguk Alia. Sekalipun jarang datang, saya bersyukur alhamdulillaah Alia masih bisa bertemu ayahnya meskipun jarang. 

Inginnya sih kalau Alia udah 5 tahunan saya bisa mulai cerita pelan-pelan tentang semua ini. Saya beri penjelasan sedikit-sedikit tentang apa yang terjadi. Saya gak ingin berbohong soal perceraian ini, saya harus terbuka pada anak, karena anak berhak tau mengenai apa yang terjadi. Saya gak mau bikin kebohongan putih tapi ujung-ujungnya pihak yang dibohongi akan tersakiti juga kalau tau kebenarannya. 

Tapi satu yang saya yakini, saya gak ingin menyudutkan siapapun dalam kasus perceraian saya di cerita saya pada Alia kelak. Inilah yang cukup sulit, di satu sisi saya gak ingin berbohong tapi di sisi lain saya gak boleh menyudutkan pihak lain. Ya, saya harus berhati-hati memberi penjelasan pada Alia. Bagaimanapun yang saya ceritakan adalah tentang orangtuanya Alia sendiri. 

Sumber gambar : www.kekopedia.com

Jadi, bukan hanya sekadar jujur tapi juga benar. Jujur bukan berarti semua hal saya katakan tanpa filter, mana yang baik dan gak baik untuk dikatakan, dan mana yang harus dan gak harus saya katakan. Semua itu harus saya pikirkan baik-baik, mudah-mudahan Allah selalu membimbing setiap perkataan dan sikap saya pada Alia agar selalu dalam keadaan baik dan benar, aamiin.

Sebagai orangtua, tentu saya ingin Alia tumbuh menjadi anak perempuan yang shalihah sesuai dengan namanya. Anak yang shalihah tentu harus berbakti pada kedua orangtuanya. Anak shalihah tentu harus tau bagaimana pentingnya posisi dan peran kedua orangtuanya dalam hidupnya. Anak shalihah tentu akan menyayangi dan menghargai kedua orangtuanya. Aamiin, mudah-mudahan saya bisa mengajari Alia supaya Alia bisa seperti itu kelak. 

Saya harus belajar untuk memberi pelajaran dan contoh yang baik untuk Alia sekalipun saya sendiri sering merasa kesulitan dan harus meredam egoisme saya. Mudah-mudahan Allah memudahkan jalan saya sebagai orangtua yang bisa memberikan tauladan terbaik untuk anaknya, aamiin. 

Comments

  1. Betul mak..jujur is the best walau kdg menyakitkan...taqabalallahu minna wa minkum shiyamana washiyamakum:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak :) aamiin doanya.. Makasih Mak Kania.

      Delete
  2. Karna Mak sayang Alia, maka Mak sudah mempersiapkan yang jadi hak nya. Saluuut !!
    Insya Allah, saya yakin akan dapat petunjuk cara yang tepat, kata-kata pas, menyejukkan untuk Alia dan semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, mudah-mudahan saya bisa bijak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…