Skip to main content

Work at Home Mom (Bag. 2)

Melanjutkan dari postingan kemarin di sini..

Seperti yang kita tau, banyak sekali kasus di mana anak mendapat tindakan kekerasan, pelecehan, bahkan penculikan, yang dilakukan oleh ART / pengasuh anaknya sendiri karena sang ibu lengah dalam tanggung jawabnya. Sementara sang ibu sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah, anak dititipkannya pada pengasuh :'( Inilah yang menjadi kesempatan bagi orang-orang yang gak benar untuk menjalankan aksi kejahatannya. Memang gak ada jaminan kalau anak dari seorang work at home mom pasti akan lebih aman, namun kejadian-kejadian seperti di atas tentunya bisa jauh diminimalisir. 

Jika ada yang beralasan bahwa para ibu yang bekerja di luar rumah adalah demi kebutuhan anak. Rasanya harus betul-betul dilihat kondisinya. Apakah memang sangat diperlukan atau sebenarnya hal itu bisa dikesampingkan. Perlu diingat, bahwa kebutuhan utama anak bukanlah hanya semata soal materi, ada kebutuhan kasih sayang seorang ibu yang gak bisa digantikan oleh orang lain. 

Banyak sekali pekerjaan bagi perempuan yang memungkinkannya tetap berada di rumah bersama anak, namun gak lepas dari usaha mendapatkan uang. Bahkan banyak juga diantara para perempuan itu yang sukses. Selama kita berniat ingin mendahulukan kepentingan anak dalam hal pengasuhan, insya Allah pasti akan ada jalan soal rezeki :) Kita hanya perlu berusaha, bersabar, dan tawakkal pada Allah. Percayalah, anak-anak akan lebih memilih orangtuanya yang mengasuhnya di rumah, dibanding orang lain.

Gimana, tertarik menjadi work at home mom

Comments

  1. sampai saat ini pun aku masih betah nongkrong di rumah aja sih maaaak..
    karena anak2 masih kecil...
    sekali2 dapet job review kecil2an dari blog, buat sekedar jajan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah anak-anak pasti lebih seneng kalau mbak di rumah kan :)
      Lumayan ya blognya menghasilkan..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…