Skip to main content

Cantik itu Relatif

Kalau ada yang bilang, cantik itu relatif dalam arti definisi setiap orang terhadap kecantikan itu berbeda-beda, ini benar adanya. Seseorang yang menurut saya cantik, belum tentu cantik juga menurut kamu kan? Atau sebaliknya, seseorang yang menurut kamu cantik belum tentu cantik juga dalam pandangan saya. Karena setiap orang beda-beda seleranya. Saya juga sepakat soal ini.

Nah, ngomong-ngomong soal cantik nih ya. Menurut saya cantik itu gak harus yang secara fisik rupawan, berparas jelita, atau memiliki badan yang oke. Dalam pandangan saya, cantik yang sesungguhnya adalah yang berasal dari dalam diri seseorang. Saat kebaikan hati dan sikap seseorang begitu alami dan membuat orang lain merasakan aura kebaikannya, nah ini dia cantik yang sesungguhnya menurut saya.
Sumber gambar dari sini



Kalau secara fisik sih saya gak punya kriteria khusus, harus begini begitu. Tapi, saya kagum sama wanita yang cantiknya alami, bukan hasil make up apalagi operasi plastik, big no kalau itu mah! Buat saya make up itu malah bisa membuat kecantikan seseorang jadi berkurang, kalau terlalu berlebihan atau terlalu tebal. Make up memang bisa membuat seseorang jadi lebih cantik, tapi lebih mengagumkan seseorang yang bangga dengan kecantikan alaminya tanpa harus dipoles make up berlebih.

Ada yang bilang, make up itu menutupi kekurangan di wajah kita. Ya, kalau gak berlebihan sih oke lah. Dan bukan berarti juga harus addict dengan make up. Maksudnya gak segitunya juga make up dipake hampir 24 jam lah ya :p *nyindir sih ini*, hihi. Kalau sekadarnya dan gak berlebihan masih bagus kok :)

Comments

  1. Kalau terlalu bulukan juga gak ok ya mbak. Yg penting terlihat bersih aja dah cukup. Ini menurut saya lho ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bersih, rapi, ditambah baik hatinya.. Ah, perfecto mbak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…