Skip to main content

Harga Mahal Kualitas Lebih Baik

Kamu setuju gak dengan kalimat judul di atas? Saya setuju lho, meski gak 100 persen. Artinya, gak semua barang yang mahal itu kualitasnya lebih baik dari yang harganya lebih murah. Tapi, harga memang seringkali sebanding dengan kualitas. Makanya untuk beberapa barang, saya lebih suka milih yang harganya lebih mahal karena ingin dapat yang kualitasnya bagus.

Tapi bukan berarti harus yang benar-benar mahal lho. Lha saya duitnya juga ngepas kok, gimana mau beli yang mahal banget :p Eh, ada juga nih barang yang harganya selangit padahal kualitasnya juga gak beda jauh sama barang yang harganya dibawahnya. Karena ada juga barang yang harganya mahal karena barang tersebut memiliki merek ternama. Nah, kalau untuk yang kaya gini jadi berasa membeli merek deh, hehe.


Sumber gambar dari sini


Untuk sandang (pakaian, tas, sepatu) misalnya, yang harganya lumayan mahal biasanya memang lebih enak dipakai, bahan lebih bagus, dan lebih awet jangka waktu pemakaiannya. Begitu pula untuk makanan, yang harganya mahal biasanya memang kualitas bahan-bahannya bagus. Kalau soal rasa sih gak selalu yang mahal lebih enak ya :p makanan murah juga banyak yang enak. Tapi ya itu, yang murah enak biasanya karena ditambahin bahan-bahan yang gak sehat.

Begitu pula untuk perlengkapan rumah, seperti peralatan rumah tangga atau furniture. Yang harganya mahal ya pasti beda dengan yang harganya murah. Kayu jati sama kayu biasa tentu beda dong kualitas dan keawetannya. Intinya, barang mahal biasanya memang menggunakan bahan dasar yang berkualitas bagus. 

Comments

  1. ada harga ada rupa,harus selektif banget ngeceknya kao saya mbk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, apalagi saya yg uangnya pas-pasan harus lebih selektif soal harga :)

      Delete
  2. Klo orang jawa biasa berkata "murah kok jaluk selamet", maksudnya "murah kok minta selamat"....jd benar adanya ya mak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya baru dengar nih mak kata-kata itu :) Iya ada benarnya ya..

      Delete
  3. Tetep pilih yang berkualitas dong, Mba? :)

    Termasuk panci atau wajan, kan? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak tapi mak, wajanku belum yg bermerek :p kalau panci lumayan lah agak bagusan :p hehe..

      Delete
  4. Untuk tas dan sepatu, saya rela, ihlas, mahal,Mak... karna sering kecewa beli yg murah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sepatu saya cari yang murah mak :) sayang kalau mahal diinjak2..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…