Skip to main content

Jangan Terlalu Fokus Pada Materi

Sumber gambar dari sini



Dalam bekerja, kita seringkali terlalu fokus pada hasil dari segi materi. Semakin besarnya pendapatan, maka semakin membanggakan, semakin menyenangkan, dan semakin memuaskan. Seringkali baik atau tidaknya sebuah pekerjaan juga diukur dari pendapatannya. Pendapatan juga bisa menjadi faktor yang paling menentukan dalam kita menerima sebuah pekerjaan.

Padahal, kalau kita mau membuka mata hati kita lebar-lebar, sebuah pekerjaan yang baik tak harus diukur dari hasil materi yang kita peroleh. Belum tentu lho, pekerjaan yang menghasilkan materi besar lebih baik dari pekerjaan yang menghasilkan materi hanya sedikit. Karena yang paling penting dari sebuah pekerjaan adalah manfaat dan keberkahannya.

Dalam setiap pekerjaan yang kamu lakukan, meskipun materi yang dihasilkannya tak seberapa, bisa aja memberikan banyak pembelajaran untukmu, memberimu ilmu-ilmu baru, dan pengetahuan-pengetahuan yang sebelumnya kamu gak tau. Tapi, jika kita terlalu fokus pada materi, hal-hal seperti itu bisa jadi gak kamu pikirkan, ya kan? :p

Manfaat dari sebuah pekerjaan bukan hanya materi, tapi banyak hal lain di luar materi yang pasti kamu dapat. Ilmu, pengetahuan, pertemanan, hubungan relasi dengan klien, dan yang paling penting adalah keberkahannya, di mana pekerjaan yang kamu lakukan bisa bernilai ibadah di mata Allah. Manfaat-manfaat di luar materi inilah yang justru lebih penting sebenarnya, karena sifatnya lebih kekal dibanding materi yang bisa habis atau hilang dalam sekejap.

Comments

  1. Beruntung banget kalau pekerja bisa menghitung spt itu. Letihnya jadi ibadah, kepribadiannya jadi syiar. :)

    ReplyDelete
  2. kadang ada yang lebih indah daripada materi,bertemu dnegan orang2 baik^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…