Skip to main content

Pekerjaan yang Berkah

Sumber gambar dari sini


Kriteria saya dalam memilih pekerjaan bukan diutamakan oleh faktor uang atau pembayaran yang saya dapat. Tapi lebih kepada keberkahan, kenyamanan, dan ketenangan hati saat saya melakukan pekerjaan tersebut. Meskipun bayaran yang saya terima gak besar, tapi kalau saya nyaman dan hati tenang mengerjakannya, kenapa gak kan? :) Sesuatu yang gak berkah, biasanya akan membuat hati kita merasa gak tenang dan nyaman. 

Kecuali hati kita sedang dikotori oleh hal-hal yang buruk, bisa jadi hati kita jadi mati rasa untuk mengenali sesuatu yang berkah. Itulah sebabnya banyak para koruptor terlena dalam khilafnya, sehingga udah gak ingat lagi dari mana sumber dana yang mereka kantongi sendiri itu. Apalagi jumlahnya kadang bikin kita bergidik, bukan hanya hitungan juta, tapi bisa sampai milyar  -_-

Kalau saya berpikir apalah artinya uang banyak tapi kalau gak berkah. Karena yang kita dapat bukan manfaat melainkan kemudharatan. Na'udzubillahi min dzalik. Rezeki yang kita dapat itu seharusnya mendekatkan kita pada Allah, bukan menjauhkan kita dari Allah. Coba renungkan, saat kamu punya uang banyak, apakah kamu jadi lebih dekat pada Allah, atau malah sebaliknya saat kamu tak punya banyak uang justru lebih dekat dengan Allah.

Saat di mana kamu bisa lebih dekat dengan Allah merupakan saat yang lebih baik. Mudah-mudahan kita bisa menjadi manusia yang semakin banyak diberi rezeki, maka akan semakin banyak pula kita bersyukur. Namun kita harus ingat, bahwa keberkahan lebih utama dibanding nominal uang yang kita peroleh dari pekerjaan kita :) 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …