Skip to main content

Rambut Memang Mahkota Wanita

Dari sejak saya kecil, saya memang udah terbiasa punya rambut panjang. Apalagi zaman saya masih SD, rambut saya pernah sampai hampir menyentuh 'maaf' pantat. Tapi lama kelamaan semakin saya besar rambut saya berkurang sedikit demi sedikit panjangnya, yang tadinya sepantat jadi sepinggang, yang tadinya sepinggang jadi sepunggung. 

Pertama kalinya saya memotong pendek rambut saya yaitu waktu SMP. Saya sempat memotong rambut saya hingga seleher. Tapi pas rambut saya pendek kok saya malah merasa kurang PD (percaya diri). Rasanya kaya ada yang kuraaang gitu dengan penampilan saya :p Akhirnya saya coba panjangin lagi, dan sempat kapok punya rambut pendek. 

Kedua kalinya saya potong rambut pendek adalah saat saya udah menikah. Waktu sehabis menikah saya tinggal di Cilegon yang hawanya panaaas, makanya bawaannya gerah mulu. Jadi, saya sering ngerasa gak nyaman dengan rambut panjang. Nah, setelah saya pindah kembali ke Cimahi yang hawanya adem, saya mutusin untuk berambut panjang aja deh. 


Sumber foto dari sini





Meskipun saya juga jarang banget mengurai rambut, jadi rambut lebih banyak diikat. Tapi, buat saya rambut yang panjang itu ibarat mahkota bagi wanita. Jadi kalau rambut dipotong pendek seolah saya kehilangan mahkota saya :) Apalagi Cimahi kan udaranya gak panas, jadi punya rambut panjang nyaman banget. Perawatannya juga gak susah kok, keramas dua hari sekali pakai shampo yang cukup dan cocok. Gitu aja ;) 

Comments

  1. saya rontok terus jadinya gabs panjang2 rambutnya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga lumayan rontok mbak, tapi kekeuh pengen panjang :p

      Delete
  2. q kadang kramas setiap hari mbk hehe,panasss,jadi sering gerah dan lepek rambutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, waktu saya di Cilegon juga tiap hari cuci rambut. Di sana panas soalnya..

      Delete
  3. Maaak..dulu saya pernah panjang juga. Sekarang setlh pny anak paling panjang sepunggung..ini jg udah pengen potong lagi ..sy juga ga suka klo pendeeek banget jadi kaya cowo :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya mak kalau terlalu pendek tuh saya merasa kurang feminin gitu :p

      Delete
  4. Aku sbnr nya jg auka rambut panjang mbak, tp masalahnya rambutku tipis, tp anehnya pas berhijab aku malah bs manjangin rambut, walopun cuma sebahu lewat dikit udh prestasi buat aku hahaha.. Soalny selama sebelum berhijab ga pernah pjg rambut, tp lama2 aku pot pendek lg rambutku, suka rambut pnjang tp males hadapi gerah n ribetnya :p... Maklum mbak, ga kuat ama gerahnya, bekasi kan panass hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sih mbak, aku juga waktu tinggal di tempat yang panas pengennya rambut pendek aja.. Alhamdulillaah kembali ke Cimahi yang dingin jadi bisa manjangin rambut deh :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…