Skip to main content

Saya Bukan Korban Mode

Meskipun saya pakai jilbab udah dari bertahun-tahun yang lalu, tepatnya 7 tahun yang lalu. Dan waktu awal-awal saya pakai jilbab belum ngetrend istilah hijab, yang ada ya jilbab dan kerudung. Tapi, gaya berjilbab saya gak banyak perubahan. Dari dulu saya lebih suka dengan gaya saya sendiri, tanpa harus punya patokan pada hijab icon si ini atau si anu. 


Kalau di luar negeri ada Hana Tajima, sebagai hijab icon yang booming dengan gaya kerudungnya yang simple tapi modis. Nah, di Indonesia juga ada nih, Dian Pelangi yang gaya kerudungnya juga membawa citra modis, namun tetap memakai pakaian dan kerudung yang nyaman dipakai. Pastinya kamu hafal ya dengan baju-baju khas Dian Pelangi yang lebih didominasi warna-warna terang, dan menggunakan bahan-bahan yang nyaman sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Memang oke-oke kok, kalau enggak oke mana mungkin bisnis fashion Dian Pelangi bisa sukses, iya kan?


Sumber gambar dari sini

Tapi, kalau saya pribadi sih gak terlalu cocok dengan gaya hijabers yang booming beberapa tahun belakangan. Saya lebih suka gaya klasik. Iyes, saya emang agak konservatif soal gaya berpakaian. Kalau saya, yang penting nyaman dipakai dan nyaman di hati. Saya gak mau memakai sesuatu yang seolah-olah meniru gayanya si A atau si B.

Ya, intinya mah, saya bukan korban mode lah :D Eh, tapi bukan berarti saya menilai kalau korban mode itu gak baik lho. Boleh-boleh aja kok kita mengikuti gaya seseorang, selama gaya orang yang kita ikuti itu memang baik untuk diikuti. Malah bagus kan, kalau kita bisa terinsipirasi untuk memakai jilbab setelah lihat Dian Pelangi misalnya, yang nampak nyaman dan percaya diri dengan gaya busananya. Alhamdulillaah kalau ada orang yang tadinya belum berjilbab, liat Dian Pelangi jadi terinspirasi berjilbab juga. 

Btw, buat kamu yang emang suka sama gaya berpakaiannya Dian Pelangi, bisa coba liat-liat koleksi lengkapnya di Zalora lho. Siapa tau ada yang cocok sama kamu :)

Comments

  1. Makin simple, makin seneng. Soalnya nggak ribet! Gambar atas yang sebelah kanan, saya suka tuh! kerudung model pasmina.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu Pashmina khas Dian Pelangi mak :) Betul, makin simple saya juga makin suka..

      Delete
  2. Saya jilbabannya standard banged. Enggak modis blas. :D

    Btw, banyak teman2 saya yg trinspirasi dr hijabnya DP. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak perlu modis, yang penting kita nyaman makenya dan pede ;)

      Delete
  3. apalagi sy mak.konservatif bgt.hehe. pernah coba baynk peniti eh malah nusuk anak. Kapok..mending yg biasa aja asal nyaman..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak yang penting aman dan nyaman, saya juga termasuk suka gaya konservatif kok :)

      Delete
  4. saya tetep sederhana,sesederhana orangnya hehe....^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…