Skip to main content

Suka Pakai Aksesoris

Sumber gambar dari sini



Dulu waktu saya masih kecil, mama suka seneng memakaikan saya aksesoris seperti gelang, kalung, atau cincin. Ya, mirip sih sama saya sekarang ke Alia :p *like mother like daughter*. Saya waktu kecil sama seperti Alia sekarang, kalau pergi ke luar rumah mau didandanin kaya gimana aja sama mamanya. Eh, kecuali kalau saya minta Alia pakai kerudung, dia belum mau.

Bisa jadi karena dulu mama suka makein saya aksesoris, saat saya remaja hingga dewasa saya termasuk yang suka pakai aksesoris. Yang paling sering saya pakai sih gelang sama cincin. Malah, beberapa kali saya sempat kontinu pakai cincin dan gelang all the time, hihi. Pokoknya cincin sama gelang itu saya pakai terus kapanpun, termasuk saat tidur dan ke kamar mandi :p

Tapi, sejak punya anak saya lebih suka gak pakai aksesoris. Awalnya sih pas Alia masih bayi, rasanya ribet aja gitu kalau pake aksesoris terus kita lagi pegang bayi. Khawatir aksesorisnya itu ngenain bayi. Jadi yo wis lah di lepas aja deh.

Sekalipun saya suka pakai aksesoris, saya gak suka pakai aksesoris emas. Lebih suka pakai yang berbahan plastik atau logam. Terus saya suka sama aksesoris yang warna-warni atau warnanya mencolok, dan bentuknya lumayan besar. Buat saya unik aja yang kaya gitu itu.

Tapi sekarang saya udah gak pernah pakai perhiasan lagi. Udah lama gak pakai, rasanya risih kalau harus pakai. Kamu gimana, suka pakai perhiasan gak? Buat saya sih, gak apa wanita suka pakai perhiasan. Asalkan bukan diniatkan untuk pamer atau menarik perhatian non muhrim. Dan juga gak berlebihan, apalagi kalau di umum. Supaya gak sampai mengundang niat jahat orang lain. 

Comments

  1. iya mba..aku pernah liat ibu2 dijambret kalung emasnya dipinggir jalan ih ngeri kalau pakai perhiasan emas ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, aku gak mau ambil resiko mbak.. Cari aman aja :)

      Delete
  2. wah asesoris ya difoto bagus bagus, salam perkenalan ya bu, dituggu kunjungan baliknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus, sayangnya bukan punya saya :p
      Salam kenal kembali ya..

      Delete
  3. saya kurang suka bu pakai perhiasan, tapi ya kadang2 pake sih cuma ga terlalu sering, pas lagi mau aja baru pake

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga sekarang gak suka pakai perhiasan :)

      Delete
  4. Saya suk buat asesories tapi gak suka makainya mbak... eee anak sy jg gak suka pkai...betul kt mbak "like mother like dougther".... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha, terus aksesoris yang mak buat untuk siapa dong? Dijual ya :)
      Hihi, sama ya turunan..

      Delete
  5. Karna kehidupan ortu waktu saya kecil tergolong sederhana banget, jadi saya tak pernah dibelikan perhiasan emas. Setelah remaja kalau pakai imitasi pasti kulit alergi. Makanya pas nikah dapet seperangkat emas dari Alm. Ibu dan suami, suprise banget! Sekarang semua disimpan, kecuali cincin. Entah! rasanya rame banget kalau dipake semua. Mungkin krn kebiasaan nggak pake kali yaa..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga lebih suka pakai yang berbahan plastik mak, aman :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…