Skip to main content

Belum Pernah Merasa Benar-benar Cemburu

Sumber gambar dari sini




Cemburu itu sebenarnya bukan sikap yang negatif kok, selama gak berlebihan tapi ya. Kalau udah berlebihan sih, gak wajar kalau menurut saya. Jatuhnya jadi negatif deh. Cemburu berlebihan bisa membuat hati kita menjadi gak tenang, penuh dengan su'udzan, serta bisa mengarahkan kita ke perilaku-perilaku negatif lainnya. Misal : sering marah-marah.

Kalau cemburu hanya sekadarnya ya masih wajar lah. Cemburu kan bisa dianggap sebagai tanda sayang, tanda kita begitu peduli pada seseorang, dan tanda bahwa kita juga perhatian pada orang itu. Ya intinya mah, kita ada hati deh sama orang yang kita cemburui itu. Kalau kita gak ada hati sama seseorang, tapi kita cemburu...berarti itu karena kita egois. Kita gak mau orang lain mendapat perhatian lebih dari seseorang dibanding perhatiannya terhadap kita.

Saya sebenarnya termasuk orang yang agak susah untuk cemburu. Bahkan pernah ada yang bilang, kalau saya ini terlalu cuek untuk cemburu. Sesayang-sayangnya saya sama seseorang tapi belum pernah sampai membuat saya benar-benar cemburu. Saya suka berpikir gini, saya gak mau terlalu dicemburui yang akhirnya malah bikin saya gak nyaman. Maka dari itu saya juga gak mau bersikap cemburuan.

Kalau saya, meski sayang gak harus ada drama cemburu-cemburu, apalagi cemburu buta. Ya, kalaupun ada cemburu, sekadarnya aja deh. Gak sampai bikin pasangan gak nyaman, apalagi sampai ribut-ribut. Boleh lah sesekali cemburu supaya sebuah hubungan menjadi berwarna, tapi jangan sampai cemburu membuat hubungan kita dengan pasangan malah jadi gak nyaman ya :)

Comments

  1. Waktu awal pernikahan, saya sering cemburuan bahkan kadang berlebihan. Habisnya masa baru nikah ngobrolnya udah p*l*g*m*. Kan kesel hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, itu suami Mak Kania ngetes kayanya :p

      Delete
  2. Cemburu memang penting bahkan di Islam pun cemburu itu harus apalagi buat para suami, sampai2 suami yg gak mencemburui istrinya (lelaki dayuts) bisa2 gak masuk surga.

    Kalau saya sih memang tipe cemburuan tapi anehnya suami saya seneng kalau saya cemburu, katanya berarti saya sayang, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, kalau saya gak seneng terlalu dicemburui, yang sekadarnya aja gitu, gak berlebihan :) Mbak, klop berarti sama suami.

      Delete
  3. Awal perkawinan diam-diam pernahcemburu juga sama suami , *hehe gengsi kalau ketauan!... Tapi setelah ada anak, cemburunya berpindah. Saya cemburu kalau anak mulai dekat pada pembantu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, berarti udah gak suka cemburuan lagi sama suami ya mak :p cemburunya untuk anak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …