Skip to main content

Di Balik Nama Shalihah Al Huwaidah

Sumber gambar dari sini


Banyak orang di sekitarku gak tau nama siapa sih itu, Shalihah Al Huwaidah. Padahal ini sebenarnya adalah nama aslinya Alia. Alia itu panggilan aja, karena Shalihah saya rasa kepanjangan buat jadi nama panggilan sehari-hari. Jadi waktu Alia usia beberapa hari, saya kasih nama panggilan Alia. Waktu itu ada dua pilihan, antara Alia dan Aida. Alia saya ambil dari kata Shalihah, sedangkan Aida saya ambil dari kata Huwaidah.

Saya sih waktu itu lebih suka dengan nama Aida. Kok kedengarannya anggun gitu, dan nama Aida terbilang jarang. Tapi saya masih bingung waktu itu, arti Aida itu apa ya.. Padahal artinya bagus juga ternyata, yaitu keberuntungan atau hadiah. Tapi saya telat taunya baru sekarang-sekarang. Kalau nama Alia, dari waktu itu saya pilih nama ini, saya udah tau artinya, yaitu mulia. Saya pikir, ya udah deh Alia aja yang saya tau artinya :)

Nah, kalau untuk nama Shalihah Al Huwaidah itu sendiri, baru dibuat saat Alia udah lahir. Saya dan ayahnya Alia sepakat untuk masing-masing sumbang nama, yang nanti digabungin. Akhirnya saya sumbang nama Huwaidah. Ayahnya Alia sumbang nama Shalihah, terus dia juga yang nambahin Al di tengah nama Shalihah dan Huwaidah. Maka jadilah nama yang indah, Shalihah Al Huwaidah.

Shalihah adalah perempuan yang baik, yang taat pada Allah, yang berjalan di jalan yang lurus. Sedangkan Huwaidah adalah perempuan yang menjadi pemersatu, perempuan yang lembut. Pada saat itu saya berharap Alia akan menjadi pemersatu bagi kedua orangtuanya. Sekalipun saat ini saya dan ayahnya Alia udah gak lagi terikat dalam sebuah pernikahan. Tapi saya yakin bersatu itu bukan berarti harus dalam pernikahan, tapi bisa diartikan sebagai kerukunan sebagai orangtua. Sekalipun kita udah berpisah, tapi selamanya akan ada satu hal yang selalu membuat kita satu tujuan, yaitu Alia. Aamiin.

Comments

  1. Cantik banget mak namanya...secantik anaknya..insyaallah hatinya juga.

    ReplyDelete
  2. Amiin ya Rabb... Nama belakang nya unik, love it! :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …